Ilustrasi: Transaksi harian di pasar modal/Erman Subekti
Jakarta – Sebanyak 4 perusahaan atau emiten pada hari ini (8/8) secara resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Mereka di antaranya PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI), PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA), PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL), dan PT ITSEC Asia Tbk (CYBR).
Meski begitu pergerakan saham dari keempat emiten hingga tutup perdagangan sesi satu terpantau cukup variatif. Laju saham GRIA, ERAL, dan CYBR terpantau menguat. Sedangkan PPRI justru melemah.
Baca juga: Siap Diborong! 4 Emiten Baru Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia
Berdasarkan statistik RTI Business, harga saham PPRI melemah 15 persen menjadi Rp119 per saham dari harga awal Rp140 atau turun Rp21, di mana harga saham PPRI bergerak pada rentang Rp119 hingga Rp187 per saham.
Kemudian, harga saham CYBR memimpin penguatan pada hari ini, di mana CYBR mengalami peningkatan 35 poin atau menguat 35 persen menjadi Rp135 per saham dari harga awal tercatat senilai Rp100 per saham.
Penguatan tersebut diikuti oleh harga saham GRIA yang meningkat 8 poin menjadi Rp128 per lembar saham atau menguat 6,67 persen dari harga saham awal Rp120, harga saham GRIA bergerak dengan rentang harga Rp102 hingga Rp135 per saham.
Baca juga: Resmi Melantai di Bursa, Multi Garam Utama (FOLK) Incar Dana Segar Rp57 Miliar
Adapun, harga saham ERAL juga menyusul mengalami peningkatan sebesar 5,64 persen atau sebanyak 22 poin menjadi Rp412 per saham dari harga awal Rp390.
Saat ini harga saham ERAL bergerak pada rentang Rp402 hingga Rp480 per saham. (*)
Editor: Galih Pratama
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More
Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More