Perbankan

4 BPR Gagal di Awal Tahun 2024, Bakal Tambah Lagi?

Jakarta – Di awal tahun, yakni periode Januari-Februari 2024 sudah terdapat empat bank mengalami kegagalan.

Seperti diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencabut izin usaha dari Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Wijaya Kusuma di Madiun, Jawa Timur yang dicabut izin usahanya pada 4 Januari 2024.

PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Mojo Artho Kota Mojokerto (Perseroda), Jawa Timur juga dicabut izin usahanya dengan alasan yang sama pada 26 Januari 2024.  

Lalu, PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Usaha Madani Karya Mulia pada 5 Februari 2024, akibat pengelolaan bank yang tidak sehat.

Baca juga: Bank Gagal Tambah Lagi! LPS Siapkan Pembayaran Simpanan Nasabah BPR Pasar Bhakti Sidoarjo

Teranyar, OJK mencabut izin usaha PT BPR Pasar Bhakti terhitung sejak 16 Februari 2024. Apakah kegagalan BPR akan bertambah lagi?

Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pihaknya tidak bisa memprediksi akan ada berapa banyak lagi BPR yang mengalami kegagalan di tahun ini. Namun, biasanya setiap tahun BPR yang jatuh rata-rata mencapai 6-7 BPR.

“Kita gak pernah prediksi, cuma kalau kita lihat sebelum krisis, 2019 ke sana rata-rata setahun tuh 6-7 BPR jatuh. Sekarang mungkin masih ada tapi saya gak prediksi dan gak mengharapkan,” ungkap Purbaya saat ditemui awak media di Hotel St Regis Jakarta, Selasa, 20 Februari 2024. 

Baca juga: Betul! Ada BPR Ditutup, Tapi Jangan Abaikan Kontribusinya

Meski demikian, Purbaya memastikan bahwa dana nasabah di BPR gagal tersebut akan dijamin oleh LPS. Di mana sebesar 50 persen dana masyarakat dalam 2-3 minggu dari pencbutan izin usaha akan kembali.

“Begitu dikasih ke kita dalam 2-3 minggu 50 persen dana masyarakat sudah balik jadi masyarakat gak usah takut. Uangnya (LPS) masih banyak. ada Rp214 triliun sekarang, naik terus,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Catat Kinerja Solid di 2025, Tugu Insurance Terus Memperkuat Fundamental Bisnis

Tugu Insurance/TUGU telah mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar… Read More

5 mins ago

Purbaya Pertimbangkan Barter Geo Dipa untuk Akuisisi PNM

Poin Penting Kemenkeu mempertimbangkan skema pertukaran PNM dengan Geo Dipa untuk memperkuat penyaluran KUR. Fokus… Read More

21 mins ago

Resmi! BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Cek Nilai per Sahamnya

Poin Penting BRI membagikan dividen tunai Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham untuk Tahun Buku… Read More

28 mins ago

Tren Kinerja Positif, Bank Banten Kelola RKUD Pemkab Serang

Dengan tren pencapaian kinerja perusahaan yang gemilang hingga Tahun 2025, Bank Banten berhasil dipercaya dan… Read More

30 mins ago

Ahli Tegaskan Kasus Sritex Bukan Korupsi, Eks Dirut Bank Jateng Dinilai Tak Layak Dipidana

Poin Penting Dua ahli hukum menilai kasus kredit macet Sritex merupakan ranah perdata dan risiko… Read More

37 mins ago

OJK Siapkan Aturan Baru RBB, Begini Respons Purbaya

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendukung rencana OJK menyesuaikan RBB agar perbankan lebih… Read More

3 hours ago