Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (4/3) kembali ditutup melemah pada level 6.432,54 atau turun 1,34 persen dari dibuka pada level 6.519,65.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 7,78 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 620 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp5,65 triliun.
Kemudian, tercatat terdapat 391 saham terkoreksi, sebanyak 175 saham menguat dan sebanyak 211 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: Buyback Saham Kembali Dibahas, Bos ADRO dan Bakrie Group Angkat Bicara
Selanjutnya, hampir seluruh sektor turut mengalami penurunan. Di antaranya sektor bahan baku melemah 3,17 persen, sektor energi merosot 3,15 persen, sektor siklikal turun 2,06 persen, sektor properti melemah 1,51 persen, dan sektor teknologi merosot 1,41 persen.
Kemudian, sektor transportasi turun 1,06 persen, sektor infrastruktur merosot 1,02 persen, sektor industrial melemah 0,87 persen, sektor non-siklikal turun 0,61 persen, dan sektor kesehatan merosot 0,21 persen.
Baca juga: BEI Beberkan Biang Kerok Pasar Saham RI Ambrol
Meski begitu, hanya sektor keuangan yang mengalami penguatan tipis 0,02 persen. Ini didukung oleh kenaikan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebanyak 0,57 persen.
Sementara, indeks-indeks bursa Asia kompak melemah, dengan Hang Seng Index Hong Kong turun 0,45 persen, Shanghai Composite Index Shanghai melemah 0,01 persen, dan Nikkei 225 Index Tokyo merosot 1,98 persen. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Standard Chartered mendorong portofolio yang disiplin, terstruktur (core, tactical, opportunistic), dan terdiversifikasi lintas… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang… Read More
Poin Penting IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83%… Read More
Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More
Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More
Poin Penting Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025… Read More