Direktur Bisnis Mikro BRI Supari
Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengungkap bahwa masih banyak nasabah penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang enggan naik kelas dan beralih ke kredit komersial meski sudah layak.
“Ada 39 persen KUR itu sekarang dinikmati yang gak berhak, dengan berbagai caranya mereka,” ujar Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, di Jakarta, Rabu, 13 November 2024.
BRI terus mendorong nasabah KUR yang sudah memenuhi kriteria untuk naik kelas. Harapannya, dengan naiknya nasabah ke kredit komersial, mereka akan memiliki kemampuan finansial lebih besar untuk mengembangkan usaha dan membuka ruang bagi pengusaha mikro lain yang belum pernah menerima KUR.
“Kalau diteliti lebih dalam itu, diduga mereka itu sudah layak untuk pindah ke komersial. Jadi, dia kayak oportunis KUR gitu loh. Mindset-nya itu gak mau naik kelas, di situ saja,” beber Supari.
Baca juga : Bank Mandiri Salurkan KUR Rp32,2 T ke 293 Ribu UMKM hingga Kuartal III 2024
Namun, diakui Supari, hingga kini bank pelat merah ini belum memiliki formula khusus untuk mendorong nasabah KUR agar lebih berani naik kelas. BRI sedang mengembangkan skema baru yang diharapkan bisa mempercepat proses ini, sehingga pembiayaan KUR dapat dialokasikan bagi pengusaha mikro yang benar-benar membutuhkan.
“Ini yang belum cukup kami punya tools di BRI sebagai bank penyalur. Ini harus segera dirampungkan dalam bentuk skema baru,” jelasnya.
Baca juga : 2,6 Juta UMKM Dapatkan Akses Pembiayaan KUR BRI, Nilainya Capai Rp126,12 Triliun
Sementara itu, berdasarkan laporan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, penyaluran KUR secara nasional mencapai Rp246,58 triliun hingga Oktober 2024, meningkat 23,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Ferry Irawan menyebutkan bahwa program KUR telah memiliki 48,63 juta debitur dari 2015 hingga Oktober 2024.
Adapun sejak Januari-Oktober 2024, jumlah pemegang KUR telah menembus 4,27 juta debitur. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More
Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More
Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More