Market Update

368 Saham Merah, IHSG Ditutup Melemah 0,57 Persen ke Level 6.598

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, 10 Maret 2025 ditutup ke posisi 6.598,21 dari dibuka pada level 6.636,00 atau melemah 0,57 persen.

Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 368 saham terkoreksi, 226 saham menguat, dan 210 tetap tidak berubah. Sebanyak 19,01 miliar saham diperdagangkan dengan 1,12 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi tembus Rp9,46 triliun.

Lalu, seluruh indeks dalam negeri juga bergerak turun. Ini tercermin dari IDX30 melemah 1,39 persen menjadi 385,10, Sri-Kehati merosot 1,16 persen menjadi 338,41, LQ45 turun 1,40 persen menjadi 739,88, dan JII melemah 1,90 persen menjadi 424,40. 

Baca juga: Kian Agresif, Bos Tugu Insurance Kembali Serok Saham Perseroan

Tidak hanya itu, mayoritas sektor turut melemah. Di antaranya dari sektor bahan baku turun 3,24 persen, sektor industrial melemah 2,47 persen, sektor kesehatan merosot 1,82 persen, dan sektor properti turun 0,82 persen.

Kemudian, sektor keuangan merosot 0,60 persen, sektor infrastruktur melemah 0,48 persen, sektor transportasi turun 0,22 persen, dan sektor energi merosot 0,11 persen.

Sementara itu, sektor lainnya mengalami penguatan, yakni sektor teknologi naik paling tinggi 5,32 persen, sektor non-siklikal menguat 0,51 persen, dan sektor siklikal meningkat 0,40 persen.

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Sanurhastra Mitra Tbk (MINA), PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR), dan PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE).

Baca juga: Setelah Morgan Stanley, Kini Goldman Sachs Turunkan Peringkat Saham dan Obligasi RI

Sedangkan saham top losers adalah PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI), PT Esta Indonesia Tbk (NEST), dan PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA). 

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

15 seconds ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

24 mins ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

26 mins ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

1 hour ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

1 hour ago

Dilantik jadi Wamenkeu, Juda Agung Ungkap Arahan Prabowo

Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More

2 hours ago