News Update

34,6 Juta Orang Manfaatkan Angkutan Udara

Jakarta–Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah penumpang angkutan udara domestik yang diberangkatkan pada Mei 2017 sebanyak 7,2 juta orang atau naik 2,47 persen dibanding April 2017. Sementara jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) turun 3,83 persen menjadi 1,3 juta orang.

“Selama Januari-Mei 2017, jumlah penumpang domestik mencapai 34,6 juta orang atau naik 9,84 persen dan jumlah penumpang internasional mencapai 6,7 juta orang atau naik 13,33 persen dibanding periode yang sama tahun 2016,” ujar Kepala BPS Suhariyanto, di Jakarta, Senin, 3 Juli 2017.

Kenaikan jumlah penumpang angkutan udara domestik tersebut, kata dia, terjadi di Bandara Hasanudin, Makassar, sebesar 5,56 persen; Ngurah Rai Denpasar 4,95 persen, Juanda Surabaya 0,54 persen, dan Soekarno Hatta Jakarta 0,17 persen.

Secara keseluruhan, lanjut dia, jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Januari –Mei 2017 tercatat 34,6 juta orang, atau naik 9,84 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 31,5 juta orang.

“Jumlah penumpang terbesar tercatat di Soekarno Hatta Jakarta mencapai 8,5 juta orang atau 24,74 persen dari keseluruhan penumpang domestik, diikuti Bandara Juanda Surabaya sebanyak 3,1 juta orang atau 8,87 persen,” jelas Suhariyanto.

Mengenai penerbangan internasional, dirinya mengemukakan, bahwa jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri pada Mei 2017 tercatat sebanyak 1,3 juta orang atau turun 3,83 persen dibanding April 2017.

“Jumlah penumpang internasional terbesar terjadi Bandara Soekarno Hatta Jakarta sebesar 591,4 ribu orang atau 44,07 persen dari total penumpang ke luar negeri, diikuti Bandara Ngurah Rai Bali sebanyak 471,6 ribu orang atau 35,14 persen,” tutupnya. (*)

 

 

Editor: Paulus Yoga

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More

11 mins ago

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

1 hour ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

2 hours ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

2 hours ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

3 hours ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

3 hours ago