Ilustrasi: IHSG hari ini dibuka di zona merah. (Foto: istimewa)
Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini (24/6) berhasil ditutup melanjutkan penguatannya pada zona hijau ke level 6.889,16 atau menguat 0,13 persen dari dibuka pada level 6.880,25.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 312 saham terkoreksi, 247 saham menguat, dan 224 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 19,31 miliar saham diperdagangkan dengan 863 ribu kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi mencapai Rp9,57 triliun.
Kemudian, hanya indeks JII yang mengalami penguatan tipis 0,01 persen menjadi 489,69. Lalu, sisanya melemah, dengan IDX30 turun sebesar 0,16 persen menjadi 431,58, LQ45 mengalami melemah 0,32 persen menjadi 864,40, dan SRI-KEHATI turun 0,53 persen menjadi 382,34.
Baca juga: Analis Sebut Saham TUGU Masih Menarik, Ini Alasannya
Sementara itu, mayoritas sektor terlihat mengalami penguatan, dengan sektor siklikal menguat 2,19 persen, sektor teknologi menguat 1,38 persen, sektor transportasi menguat 0,85 persen, sektor non-siklikal menguat 0,62 persen.
Serta, sektor energi menguat 0,56 persen, sektor industrial menguat 0,48 persen, sektor infrastruktur menguat 0,21 persen, dan sektor bahan baku menguat 0,20 persen.
Sedangkan, sisanya mengalami pelemahan, dengan sektor properti melemah 0,79 persen, sektor kesehatan melemah 0,41 persen, dan sektor keuangan melemah 0,07 persen.
Baca juga: Pasar Saham Masih Lesu, Mirae Asset Ungkap Penyebabnya
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI), PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK), dan PT Himalaya Energi Perkasa Tbk (HADE).
Sedangkan saham top losers adalah PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT), PT Omni Inovasi Indonesia Tbk (TELE), dan PT PAM Mineral Tbk (NICL).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More