Market Update

312 Saham Hijau, IHSG Dibuka Menguat Dekati Level 8.000

Poin Penting

  • IHSG naik ke level 7.971,50 pada pembukaan perdagangan (9/2), dengan 312 saham menguat, 121 terkoreksi, dan nilai transaksi mencapai Rp419,44 miliar
  • Ajaib Sekuritas memprediksi IHSG bergerak rebound, meski sebelumnya melemah 2,08 persen dan masih tertekan sentimen outlook negatif Moody’s
  • Wall Street reli signifikan, bursa Asia menguat, sementara pasar menanti rilis IKK, penjualan ritel, dan data inflasi AS yang masih di atas target 2,7 persen yoy.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke level 7.971,50 dari posisi 7.935,26 atau naik 0,46 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (9/2).

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 649,55 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 51 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp419,44 miliar. 

Kemudian, tercatat terdapat 121 saham terkoreksi, 312 saham menguat dan 235 saham tetap tidak berubah.

Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, melihat IHSG secara teknikal pada hari ini diprediksi akan bergerak rebound di rentang level 7.900-8.100.

Baca juga: IHSG Berpotensi Lanjut Terkoreksi, Cek 4 Saham Rekomendasi Analis

“Pada perdagangan Jumat (6/2) IHSG ditutup melemah 2,08 persen atau turun 168,6 poin ke level 7.935. IHSG hari ini (9/2) diprediksi rebound dalam kisaran 7.900-8.100,” ucap Ratih dalam risetnya di Jakarta, 9 Februari 2026.

Ia melihat pergerakan IHSG hari ini bakal dipengaruhi oleh sentimen dari dalam negeri. Salah satunya datang dari Moody’s mempertahankan rating obligasi RI di Baa2, namun menurunkan outlook jadi negatif dari sebelumnya stabil. 

Keadaan tersebut memicu kondisi IHSG menjadi yang terlemah di ASEAN, karena turun 8,23 persen ytd (6/2). Meskipun IHSG koreksi, investor asing inflow di seluruh pasar ekuitas Rp944 miliar, sehingga jika diakumulasi outflow ytd senilai Rp11,015 triliun (6/2). 

Sementara pada pekan ini pelaku pasar akan menantikan rilis indeks konsumen, seperti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dan penjualan ritel.

Dari mancanegara, Bursa Wall Street lanjut reli di akhir pekan, dengan indeks Dow Jones catatkan menguat 2,47 persen ke 50.115 dan Nasdaq naik 2,18 persen ke 23.031 (6/2).

Baca juga:  BEI Ungkap 5 Saham Penyebab IHSG Turun Tajam Pekan Ini

Selain itu, di akhir pekan pasar juga menanti rilis data inflasi (CPI), di mana inflasi tahunan AS pada Des-25 masih di atas target 2,7 persen yoy. 

Sedangkan dari Asia, Bursa Asia Pasifik dibuka menguat secara intraday. Indeks Nikkei 225 naik 5,11 persen dan KOSPI meningkay 4,26 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Catat Kinerja Solid di 2025, Tugu Insurance Terus Memperkuat Fundamental Bisnis

Tugu Insurance/TUGU telah mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar… Read More

5 hours ago

Purbaya Pertimbangkan Barter Geo Dipa untuk Akuisisi PNM

Poin Penting Kemenkeu mempertimbangkan skema pertukaran PNM dengan Geo Dipa untuk memperkuat penyaluran KUR. Fokus… Read More

5 hours ago

Resmi! BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Cek Nilai per Sahamnya

Poin Penting BRI membagikan dividen tunai Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham untuk Tahun Buku… Read More

5 hours ago

Tren Kinerja Positif, Bank Banten Kelola RKUD Pemkab Serang

Dengan tren pencapaian kinerja perusahaan yang gemilang hingga Tahun 2025, Bank Banten berhasil dipercaya dan… Read More

5 hours ago

Ahli Tegaskan Kasus Sritex Bukan Korupsi, Eks Dirut Bank Jateng Dinilai Tak Layak Dipidana

Poin Penting Dua ahli hukum menilai kasus kredit macet Sritex merupakan ranah perdata dan risiko… Read More

5 hours ago

OJK Siapkan Aturan Baru RBB, Begini Respons Purbaya

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendukung rencana OJK menyesuaikan RBB agar perbankan lebih… Read More

7 hours ago