Jakarta – Dalam beberapa hari perdagangan belakangan ini, investor asing tercatat dalam posisi jual bersih. Untuk diketahui selama dua hari kemaren saja, asing tercatat melakukan aksi jual sebesar Rp1,53 triliun.
Menurut Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Hamdi Hasyarbaini bahwa gejala aksi jual merupakan hal biasa. “Itu kondisi normal, ada saatnya asing masuk ada saat investor asing keluar,” terang dia di Jakarta, Jumat, 16 September 2016.
Menurut dia, investor akan cenderung mencari tempat investasi yang lebih menguntungkan. Di sisi lain, Ketua Dewan Gubernur Federal Reserves, Janet Yellen telah memberi sinyal akan menikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat atau Fed Fund Rate.
Hamdi sendiri membantah bahwa ada kecenderungan investor asing melakukan aksi jual ketika IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) telah mencapai level 5400-an seperti gejala pada 2015.
“Gejala itu hanya kebetulan saja,“ terang dia. (*) Dwitya Putra
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More