Ilustrasi: Pergerakan harga saham. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka hijau pada level 8.080,42 dari posisi 8.061,06 atau menguat 0,24 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (1/10).
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 563,77 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 42 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp484,42 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 70 saham terkoreksi, 309 saham menguat, dan 211 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: Dana Asing Kembali Outflow Rp1,25 Triliun, Saham Bank Ini Terbanyak Dilego
Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, melihat IHSG secara teknikal pada hari ini diprediksi bergerak variatif dalam rentang level 7.990-8.100.
“Pada perdagangan kemarin, Selasa (30/9) IHSG ditutup melemah 0,77 persen atau turun 62,18 poin ke level 8.061. IHSG hari ini (1/10) diprediksi bervariasi dalam range 7.990-8.100,” ucap Ratih dalam risetnya di Jakarta, 1 Oktober 2025.
Ia melihat pergerakan IHSG hari ini bakal dipengaruhi oleh dari dalam negeri yang dilanda aksi profit taking sejalan dengan outflow investor asing di seluruh pasar ekuitas senilai Rp1,7 triliun. Saham big banks memimpin outflow, sekaligus menekan laju IHSG.
Lalu, Rupiah JISDOR terdepresiasi ke level Rp16.692 per USD (30/9). Jika diakumulasi pergerakan IHSG sepanjang September 2025 naik 2,94 persen atau plus 13,86 persen ytd.
Di sisi lain, indeks PMI Manufaktur domestik edisi September 2025 lanjut di level ekspansif sebesar 50,4 setelah bulan sebelumnya tercatat 51,5. Jumlah pesanan baru meningkat meskipun volume produksi turun setelah naik signifikan pada Agustus 25.
Baca juga: Telat Lapor Akuisisi Saham Tokopedia, TikTok Didenda KPPU Rp15 Miliar
“Pelaku usaha meningkatkan jumlah inventaris pra dan pasca produksi merespon antisipasi lonjakan permintaan ditengah stimulus moneter dan fiskal sekaligus mengamankan kenaikan harga bahan input,” imbuhnya.
Adapun dari mancanegara, Bursa Wall Street menguat terbatas. Indeks NASDAQ naik 0,30 persen dan S&P 500 meningkat 0,41 persen (30/9). Ketidakpastian kebijakan fiskal terkait pengesahan anggaran masih memberikan volatilitas di pasar.
Sedangkan dari Asia, Indeks PMI Manufaktur Tiongkok versi BPS masih di level kontraksi 49,8 meskipun lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya 49,4. Jika diakumulasi dalam enam bulan terakhir aktivitas manufaktur kontraksi. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Rupiah melemah tipis pada awal perdagangan Rabu (4/2/2026), dibuka di level Rp16.762 per… Read More
Poin Penting IHSG diprediksi bergerak variatif cenderung menguat dengan area support 7.715–7.920 dan resistance 8.325–8.530,… Read More
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More