Pekerja melintas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke level 7.142,72 dari posisi 7.091,67 atau naik 0,72 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (31/3).
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 490,16 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 40 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp346,96 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 95 saham terkoreksi, 307 saham menguat, dan 220 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Masih Rawan Terkoreksi, Cek 4 Saham Rekomendasi Analis
Sebelumnya, Investment Specialist Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Ahmad Faris Mu’tashim, melihat IHSG pada hari ini secara teknikal akan bergerak menguat di rentang level 6.920-7.320.
“IHSG diproyeksikan masih bergerak dalam rentang 6.920-7.320 dan bergerak menguat pada hari ini dengan target harian di rentang 7.135-7.150,” ucapnya dalam risetnya di Jakarta, 31 Maret 2026.
Adapun IHSG pada perdagangan kemarin (30/3) ditutup -0,08 persen setelah mencatatkan pelemahan lebih dari 1 persen pada awal pembukaan pasar.
Meski demikian, hanya terdapat empat dari 11 sektor yang mencatatkan pelemahan, dengan sektor energi memimpin kenaikan sebesar 2,18 persen, seiring menguatnya saham batubara dan migas.
Sementara itu, indeks saham Amerika Serikat (AS) ditutup variatif, dengan DJIA naik 0,11 persen, S&P500 turun 0,39 persen, Nasdaq melemah 0,73 persen.
Baca juga: Berikut 5 Saham Pemicu Melemahnya IHSG Sepekan
Hal itu terjadi karena Departemen Tenaga Kerja AS mengeluarkan pedoman yang telah lama ditunggu-tunggu yang bertujuan untuk memperjelas bagaimana wali amanat dapat menambahkan aset alternatif ke dalam rencana pensiun yang membuat saham sektor keuangan menguat.
Selain itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan pihaknya sedang melakukan diskusi serius dengan rezim yang lebih masuk akal untuk mengakhiri perang, tetapi mengulangi ancamannya untuk membuka Selat Hormuz atau menghadapi risiko serangan AS terhadap sumur minyak dan pembangkit listrik Iran.
Adapun, trading idea hari ini, antara lain:
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Bank Muamalat membukukan laba sebelum pajak Rp30,1 miliar pada 2025, naik 47,5 persen… Read More
Poin Penting Bank Ganesha membukukan laba sebelum pajak Rp290,60 miliar pada 2025, didorong pertumbuhan DPK… Read More
Poin Penting Pertamina menegaskan belum ada pengumuman resmi terkait kenaikan harga BBM per 1 April… Read More
Poin Penting Emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian naik masing-masing Rp15.000 dan Rp14.000 per gram.… Read More
Poin Penting KB Bank kembali meraih rating nasional jangka panjang ‘AAA(idn)’ dengan outlook stabil dari… Read More
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank AKHIR pekan lalu jagat keuangan digital Indonesia diguncang… Read More