News Update

30 Pengusaha Perempuan Unjuk Gigi di WEpreneur 3 by BCA Syariah 2025

Jakarta – Program WEpreneur 3 by BCA Syariah 2025 resmi dimulai Sabtu (30/8). Tahun ini, program WEpreneur 3 by BCA Syariah memilih 30 pengusaha UMKM perempuan yang akan mengikuti rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas selama tiga bulan. 

Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum mengatakan, WEpreneur 3 by BCA Syariah 2025 mengusung tema berdaya, tumbuh dan memimpin. 

“Tema ini memiliki semangat untuk berkembang, berjejaring dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” ujarnya, di Jakarta, Sabtu, 30 Agustus 2025.

Ia menuturkan, peserta WEpreneur 3 by BCA Syariah 2025 memiliki kategori bisnis yang sangat beragam, seperti fashion, agribisnis, kriya, kuliner, dan jasa. Sebaran wilayah berasal dari Bandung dan sekitarnya, Ciamis, Cilegon Sumedang, dan Jabodetabek. 

WEpreneur 3 by BCA Syariah turut dihadari para BigSista, yaitu peserta dari program sebelumnya yang turut berbagi cerita dan manfaat yang telah diperoleh dari program yang telah dilalui. 

Baca juga : BCA Syariah Tanggapi OJK, Proses Penurunan Suku Bunga Kredit Butuh Waktu

Santi Hakim, founder dari Meraki Cipta Rasa, produk makanan yang merupakan peserta dari WEpreneur 2024 menyampaikan bahwa program WEpreneur by BCA Syariah membuka banyak peluang.

Salah satunya, kata dia, memberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan bazar UMKM sehingga produknya dapat langsung dikenal masyarakat. 

“Program ini tidak hanya memberikan ilmu, tapi ruang untuk tumbuh bersama komunitas UMKM lainnya,” akunya.

Tantangan Pengusaha Perempuan

Diakuinya, salah satu tantangan yang dihadapi para pengusaha perempuan adalah daya tahan (endurance) dan ketangguhan dalam menghadapi dinamika usaha yang terus berkembang. 

Oleh karena itu, program WEpreneur 3 by BCA Syariah memiliki fokus pada kesadaran diri dan motivasi usaha (ignite purpose), penguatan model bisnis (amplify process) dan kesiapan pasar (impact) dan penguatan ekosistem Alumni. 

Baca juga : BCA Syariah Catat Transaksi Mobile Banking BSya Tumbuh 20,1 Persen per Juni 2025

Menurutnya, fokus pembelajaran tersebut bertujuan untuk memperkuat tujuan dan kemampuan para BigSista tumbuh dan bertahan di segala kondisi. 

“Melalui program ini kami berharap para pengusaha UMKM perempuan menjadi lebih percaya diri, adaptif dan mampu mengambil peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” pungkasnya. (*) 

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

BRI Nilai Tambahan Likuiditas dari Pemerintah Jaga Momentum Kredit Berkualitas

Poin Penting Tambahan likuiditas pemerintah memperkuat penyaluran kredit BRI, terutama ke sektor UMKM. BRI tetap… Read More

30 mins ago

Budi Herawan Kembali Pimpin AAUI, Siapkan Strategi Hadapi Ketidakpastian Global

Poin Penting Budi Herawan kembali terpilih sebagai Ketua AAUI periode 2026–2030 melalui aklamasi, mencerminkan kepercayaan… Read More

59 mins ago

Jelang Long Weekend Paskah, IHSG Kembali Ditutup Merosot 2 Persen Lebih ke Posisi 7.026

Poin Penting IHSG turun 2,19% ke 7.026, dengan 530 saham melemah. Mayoritas sektor terkoreksi, dipimpin… Read More

1 hour ago

BSI Pastikan Layanan Perbankan di Wilayah Terdampak Gempa Sulut-Malut Tetap Berjalan

Poin Penting Layanan BSI tetap berjalan normal di wilayah terdampak gempa, hanya satu cabang terkendala… Read More

1 hour ago

OJK Catat Aset Keuangan Syariah 2025 Tembus Rp3.100 Triliun, Naik 8,61 Persen

Poin Penting Total aset keuangan syariah mencapai Rp3.100 triliun per Desember 2025, tumbuh 8,61 persen… Read More

2 hours ago

BSI Pastikan Tambahan Likuiditas dari Pemerintah Disalurkan ke Pembiayaan, Bukan SBN

Poin Penting BSI tidak memarkir dana pemerintah di SBN, melainkan langsung menyalurkannya ke pembiayaan. Fokus… Read More

3 hours ago