30% Kartu Debit Mandiri Syariah Sudah Berlogo GPN
Jakarta – PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) mengaku telah mendistribusikan kartu debit berlogo GPN atau Gerbang Pembayaran Nasional sebanyak 30 persen dari total nasabah Mandiri Syariah yang memegang kartu debit.
Adapun kartu ATM Mandiri Syariah yang beredar saat ini tercatat berkisar 2,5 juta kartu. Perseroan menargetkan, sekitar 750.000 kartu sudah berchip hingga akhir tahun ini. Hal ini seiring dengan dengan implementasi kartu berlogo GPN yang juga diterbitkan.
Direktur Technology & Operation Mandiri Syariah Achmad Syafii mengatakan, target 30 persen penerbitan kartu debit berlogo GPN dari total kartu yang telah diterbitkan di 2018 telah terealisasi. Sedangkan di 2019 sendiri diharapkan 80 persen kartu debit sudah berchip dan berlogo GPN.
“Debit Card Mandiri Syariah yang berlogo GPN dan berteknologi chip telah terdistribusi ke nasabah lebih dari 30 persen, lebih cepat dari ketentuan Bank Indonesia yang menetapkan pendistribusian 30 persen di akhir tahun 2018,” ujarnya di Jakarta, Senin, 26 November 2018.
Baca juga: Layani Nasabah, Mandiri Syariah Luncurkan Chatbot Aisyah
Saat ini, fokus utama migrasi kartu ada pada nasabah baru, nasabah dengan kartu rusak dan nasabah dengan kartu yang sudah habis masa berlaku. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan migrasi kartu kepada nasabah lama secara bertahap yang ingin mengganti kartunya.
Sejauh ini, Mandiri Syariah telah melakukan sosialisasi kepada nasabah agar dapat mengganti kartunya langsung ke kantor cabang terdekat. Penggantian kartu dari magnetic stripe ke kartu berchip ini tidak dikenakan biaya sama sekali. Semua biaya ditanggung oleh Mandiri Syariah.
Sejalan dengan hal tersebut, Mandiri Syariah juga telah menerbitkan design baru kartu debit Mandiri Syariah yang berteknologi chip dengan tiga pilihan jenis kartu yaitu silver, gold dan platinum yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan para nasabah dalam bertransaksi.
“Semoga upaya kami dalam memberikan layanan yang lebih baik menjadi berkah untuk nasabah,” ucap Syafii. (*)
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More