Moneter dan Fiskal

3 Provinsi di Sumatra Alami Deflasi Pasca Bencana

Poin Penting

  • Tiga provinsi terdampak bencana hidrometeorologi—Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat—mengalami deflasi pada Januari 2026
  • Sumatra Barat mencatat deflasi terdalam sebesar 1,15 persen, disusul Sumatra Utara 0,75 persen dan Aceh 0,15 persen
  • Deflasi terutama dipicu penurunan harga komoditas makanan, minuman, dan tembakau, khususnya telur ayam ras di Aceh serta cabai merah di Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat pada Januari 2026 pasca mengalami bencana hidrometeorologi, setelah mengalami inflasi yang tinggi di Desember 2025.

“Inflasi pasca bencana pada tiga provinisi yang terkena bencana hidrometerorogi, provinsi Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat mengalami deflasi Januari 2026 setelah sebelumnya di Desember 2025 mengalami inflasi yang cukup tinggi,” ujar Ateng Hartono, Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, dalam Rilis BPS, Senin, 2 Februari 2026.

Ateng mengatakan, provinsi Sumatra Barat menjadi provinsi dengan tingkat deflasi terdalam dibandingkan Aceh dan Sumatra Utara, serta secara nasional.

Baca juga: Indonesia Alami Deflasi 0,15 Persen di Januari 2026

Secara rinci, Sumatra Barat mengalami deflasi sebesar 1,15 persen di Januari 2026, dibandingkan Desember 2025 yang mengalami inflasi 1,48 persen.

Sedangkan Provinsi Sumatra Utara terjadi deflasi 0,75 persen di Januari 2025, setelah Desember 2025 mengalami inflasi 1,66 persen.

Selanjutnya, Provinsi Aceh mengalami deflasi 0,15 persen, setelah mencatatkan inflasi sebesar 3,60 persen di Desember 2025.

Secara umum, menurut Ateng, komoditas makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang deflasi terbesar di ketiga wilayah tersebut.

Baca juga: Neraca Perdagangan RI Surplus USD2,51 Miliar di Akhir 2025

“Seperti Aceh yang utamanya didorong oleh penurunan telur ayam ras, sedangkan di Sumatra Utara dan Sumatra barat utamanya didorong oleh penurunan harga cabai merah,” pungkas Ateng.

Adapun secara nasional, BPS mencatat pada Januari 2026 terjadi deflasi sebesar 0,15 persen secara bulanan (mtm), setelah pada Desember 2025 mencatatkan inflasi 0,64 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Tukar Uang Lebaran 2026 Dibuka Lebih Awal, Ini Jadwal Terbarunya

Poin Penting Bank Indonesia (BI) menambah kuota dan memajukan jadwal pemesanan tukar uang tahap kedua… Read More

7 hours ago

KAI Daop 6 Pastikan Diskon Tiket KA Lebaran 30 Persen Masih Tersedia, Ini Cara Pesannya

Poin Penting PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta memastikan diskon 30% tiket KA Lebaran… Read More

8 hours ago

Lahan Terbatas, Kemenkop Ubah Desain Pembangunan Kopdes Merah Putih

Poin Penting Menkop menargetkan percepatan pembangunan 30.336 Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan… Read More

11 hours ago

Dana Nasabah Dibobol, Bank Jambi Pastikan Ganti Kerugian Nasabah

Poin Penting Bank Jambi menjamin mengganti penuh dana nasabah yang hilang jika audit membuktikan ada… Read More

11 hours ago

Rekening Ditutup, Donald Trump Gugat JPMorgan 5 Miliar Dolar AS

Poin Penting JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan… Read More

12 hours ago

Di FGD soal Kasus Sritex, Ekonom Ini Sebut Risiko Bisnis Tak Seharusnya Dipidanakan

Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More

12 hours ago