Perbankan

3 Pilar Pertumbuhan Perusahaan Menurut Bos Bank Danamon, Apa Saja?

Jakarta – Bank Danamon berhasil mencatat pertumbuhan yang baik pada 2023 lalu. Penyaluran kredit tumbuh 19 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp174,9 triliun, dengan non performing loan (NPL) yang turun ke angka 2,2 persen. Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mencapai Rp140,4 triliun, tumbuh 10 persen (yoy).

Direktur Utama Bank Danamon, Daisuke Ejima memaknai pertumbuhan positif Bank Danamon dalam 3 pilar. Pilar-pilar yang ia maksud, yaitu kolaborasi antara bisnis bank dan bisnis multifinance, kombinasi antara bank tradisional dan bank digital, dan aktivitas antar-negara.

Ejima menjelaskan, saat ini sudah ada banyak bank yang memiliki anak perusahaan multifinance. Keduanya harus berkolaborasi agar bisa tumbuh, alih-alih hanya membiarkan perusahaan induk atau anak perusahaan yang berkembang sendiri.

Baca juga: Bank Danamon Komitmen Kembangkan Ekonomi Berkelanjutan, Ini Buktinya

“Kami ingin bekerja sama. Nasabah bank membutuhkan servis dari bank. Dan sebaliknya, nasabah multifinance juga membutuhkan servis kami (bank). Kita ingin mendukung itu,” terang Ejima dalam pemaparan kinerja tahunan Bank Danamon pada Senin, 19 Februari 2024.

Untuk pilar selanjutnya, Ejima mengungkapkan kalau industri bank di ranah digital merupakan sesuatu yang baru dan tumbuh dengan cepat. Pihak Bank Danamon ingin mengolaborasikan gaya bank tradisional dengan industri digital yang ada saat ini.

Baca juga: Ditopang Pertumbuhan Kredit, Laba Bank Danamon Sepanjang 2023 Tembus Rp3,5 Triliun

Sementara untuk pilar ketiga, Ejima mencontohkan kalau Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG), induk Bank Danamon, memiliki banyak bank di berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Mereka ingin bisa mengambil pasar dari negara-negara ini.

“MUFG memiliki banyak kerja sama dengan industri keuangan lain di luar Indonesia, sekitar 50 negara. Mereka punya bank-bank yang bekerja sama, termasuk di Asia Tenggara seperti Thailand, Filipina, dan Vietnam. Kita ingin bisa melakukan aktivitas antar negara dengan mereka,” tutup Ejima. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Galih Pratama

Recent Posts

Bos Danantara Sebut Demutualisasi BEI Buka Pintu Investor Global

Poin Penting Demutualisasi BEI membuka peluang investor asing menjadi pemegang saham, mengikuti praktik bursa efek… Read More

4 hours ago

CIO Danantara Buka Suara soal Demutualisasi BEI dan Potensi Konflik

Poin Penting Demutualisasi BEI dinilai tidak memicu konflik kepentingan, karena pengaturan dan pengawasan tetap di… Read More

4 hours ago

Awarding BTN Housingpreneur Jadi Penutup BTN Expo 2026, Fokus Inovasi Perumahan

Poin Penting BTN Expo 2026 ditutup dengan Awarding BTN Housingpreneur 2025, menyoroti lahirnya 58 inovator… Read More

5 hours ago

Digadang Jadi Pjs Dirut BEI, Jeffrey Hendrik Respons Begini

Poin Penting Jeffrey Hendrik digadang menjadi Pjs Dirut BEI, namun memilih menunggu pengumuman resmi. Penunjukan… Read More

6 hours ago

Respons Cepat OJK Redam Kekhawatiran Pasar Pascapergantian Pimpinan

Poin Penting OJK memastikan stabilitas pasar keuangan tetap terjaga usai penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai… Read More

8 hours ago

OJK Beberkan 8 Aksi Percepatan Reformasi Pasar Modal RI, Apa Saja?

Poin Penting OJK dan SRO akan menaikkan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi… Read More

9 hours ago