ARA; Tata kelola perusahaan. (Foto: Dok. Infobank)
Jumlah peserta ARA tahun ini mengalami peningkatan sebanyak 33 perusahaan, atau setara 13% dari pagelaran ARA tahun lalu. Dwitya Putra
Jakarta–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menggelar event Annual Report Award (ARA) 2014 untuk yang ke 14 kalinya tahun ini.
Acara ini untuk mendorong perusahaan di tanah air tetap menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate gorvernance (GCG).
“Tujuan ARA mendorong perusahaan melakukan tata kelola yang baik. Ini merupakan komitmen dalam penerapan GCG,” kata Kepala Pengawas Eksekutif Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Selasa, 22 September 2015.
ARA 2014 sendiri diikuti sebanyak 294 perusahaan. Angka ini mengalami peningkatan sebanyak 33 perusahaan, atau setara 13% dari pagelaran ARA tahun lalu.
Dengan tata kelola perusahaan yang baik, dia mengharapkan perusahaan di tanah air dapat mendorong perekonomian nasional. Hal ini mengingat penerapan ARA sangat penting dalam mendorong perekonomian nasional.
“Awal tata kelola baik, semua kegiatan berjalan baik dan transparan. Tak hanya itu, acara ini sebagai langkah menghadapi pasar bebas Asean yang akan terselenggara di akhir 2015,” jelas dia.
Untuk meraih penghargaan, tambah dia, perlu ada dukungan yang baik, khususnya dari sisi pengelolaan dan prinsip tata kelola yang baik. (*)
Poin Penting Rokok ilegal merugikan negara hingga Rp25 triliun per tahun Peredaran meningkat, capai 10,8%… Read More
OCTOBIZ merupakan platform digital banking terintegrasi yang dirancang untuk membantu para pelaku usaha dalam mengelola… Read More
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah transparan soal kesiapan fiskal… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More
Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More