Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (2/8) kembali melanjutkan pelemahannya ke level 7.311,41 atau melemah sebesar 0,20 persen dari dibuka pada level 7.325,98.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 7,76 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 489 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp4,81 triliun.
Baca juga: Lanjutkan Tren Penguatan, Harga Saham TUGU Naik 2,17 Persen ke Level Rp1.175
Kemudian, tercatat terdapat 290 saham terkoreksi, sebanyak 237 saham menguat dan sebanyak 245 saham tetap tidak berubah.
Lalu, mayoritas sektor pun mengalami pelemahan, dengan sektor infrastruktur melemah 0,75 persen, sektor teknologi turun 0,70 persen, sektor transportasi melemah 0,62 persen, dan sektor kesehatan merosot 0,40 persen.
Serta, sektor bahan baku turun 0,20 persen, sektor keuangan melemah 0,08 persen, sektor industrial turun 0,05 persen, dan sektor non-siklikal melemah 0,04 persen.
Sedangkan sisanya mengalami penguatan, sektor energi naik 0,62 persen, sektor siklikal menguat 0,44 persen, dan sektor properti meningkat 0,37 persen.
Baca juga: BEI Catat Investor Pasar Modal Tembus 13 Juta
Adapun, indeks-indeks bursa Asia kompak merah, terlihat dari Hang Seng Index Hong Kong yang turun 2,47 persen, Indonesia LQ45 Index Jakarta melemah 0,40 persen, Shanghai Composite Index Shanghai melemah 0,66 persen.
Kemudian, Straits Times Index Singapore turun 1,01 persen dan Nikkei 225 Index Tokyo melemah 5,73 persen. (*)
Editor: Galih Pratama
Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga TEPAT 8 Januari 2026 akhirnya pemerintah melakukan konferensi… Read More
Poin Penting OJK menyetujui pencabutan izin usaha pindar Maucash milik Astra secara sukarela, mengakhiri operasional… Read More
Poin Penting OJK membentuk Direktorat Pengawasan Perbankan Digital yang efektif sejak 1 Januari 2026 untuk… Read More
Poin Penting Infobank melalui birI memperbaiki perhitungan Loan at Risk (LAR) agar sesuai dengan ketentuan… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kinerja perbankan tetap solid pada 2026, ditopang pertumbuhan kredit, DPK, kualitas… Read More
Oleh Junaedy Gani DARI waktu ke waktu muncul aspirasi tentang keberadaan sebuah Sovereign Wealth Fund… Read More