News Update

28 Bank dan 5 Billers Terima “Transaction Banking Awards 2018”

Manado – Sebanyak 28 bank dan 5 billers (perusahaan penyedia layanan) menerima penghargaan sebagai bank dan billers terbaik dalam transaksi perbankan pada tahun 2017.

Penghargaan diberikan pada Malam Penganugerahan “Transaction Banking Awards 2018” di Four Point Hotel, Manado, Kamis, 30 Agustus 2018.

Penghargaan ini diberikan berdasarkan hasil kajian bertajuk “Transaction Banking 2018” yang dilakukan oleh Biro Riset Infobank (birI) bekerja sama dengan PT Rintis Sejahtera, penyelenggara switching Jaringan PRIMA.

Bahan dasar kajian ini adalah pola transaksi 81 bank mitra Jaringan PRIMA dan lebih dari 90 billers. Ada tujuh fitur yang digunakan sebagai alat ukur transaksi, yakni fitur ATM, e-channel, debit (NPG), growth, new partners, improvement, dan payment.

Dari tujuh fitur ini diperinci lagi menjadi 17 kategori penilaian dengan rincian; 13 kategori menggunakan pola transaksi agregat tahun 2017 dan empat kategori menggunakan pola transaksi agregat tahun 2018.

Hasilnya, dari 81 bank mitra Jaringan PRIMA, 28 bank berhasil meraih predikat sebagai yang terbaik, yakni terbesar dalam transaksi, tertinggi dalam pertumbuhan, dan tercepat dalam proses. Sementara, dari 90 lebih billers tersaring lima billers terbaik.

“Rating” Transaction Banking 2018 ini bertujuan untuk mengukur tingkat transaksi 81 bank mitra Jaringan PRIMA dan lebih dari 90 billers yang tergabung dalam layanan Payment Solution Jaringan PRIMA.

Saat ini Jaringan PRIMA telah mengintegrasikan jaringan 120 ribu ATM berlogo PRIMA dan 770 ribu terminal EDC. Jaringan sebanyak itu untuk melayani 81 bank dan lebih dari 90 billers.

“Kami ingin tingkat efisien dan aksesibilitas bank-bank dan billers mitra kami terus meningkat,” ujar Iwan Setiawan, Direktur Utama PT Rintis Sejahtera, dalam kata sambutannya.

Kegiatan ini juga sebagai salah satu upaya untuk mendukung program Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) dan inisiatif cashless society yang digagas oleh Bank Indonesia (BI) dan pemerintah.

“Merupakan kebanggaan bagi Jaringan PRIMA sebagai penyedia layanan switching ATM/debit domestik untuk bersama-sama mewujudkan layanan transaksi domestik yang akan memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi nasabah,” papar Iwan Setiawan.

Baca juga: Ini Dia 28 Bank Peraih “Transaction Banking Awards 2018” 

TIGA PENDEKATAN

Ada tiga pendekatan yang digunakan pada kajian Transactional Banking 2018 ini, yakni pendekatan kuantitas (jumlah transaksi), pendekatan kecepatan (kecepatan implementasi dan sertifikasi), dan pendekatan pertumbuhan (pertumbuhan transaksi).

Pertama, pendekatan kuantitas. Pendekatan ini untuk mengukur seberapa besar transaksi yang dilakukan nasabah dengan menggunakan ATM, ATM/debit, EDC, maupun non-ATM (e-channel).

Dari 17 kategori yang dirating, ada 10 ketegori yang menggunakan pendekatan kuantitas.

“Ke-10 kategori itu adalah acquirer bank, issuer bank, e-channel bank, debit acquirer bank, debit issuer bank, potential new bank, innovative bank, collecting agent, bill payment partner, dan partnership of bill payment,” papar Eko B. Supriyanto, Direktur Biro Riset Infobank, di kesempatan yang sama.

Kedua, pendekatan kecepatan. Pendekatan ini untuk mengukur seberapa cepat bank yang baru menjadi mitra Jaringan PRIMA dalam implementasi fitur-fitur yang ada pada Jaringan PRIMA dan seberapa cepat dalam mendapatkan sertifikasi.

Untuk pendekatan ini, hanya dilakukan pada dua kategori, yakni kategori implementation new bank dan kategori certification new bank.

Ketiga, pendekatan pertumbuhan. Pendekatan ini untuk mengukur seberapa tinggi pertumbuhan transaksi pada penggunaan kartu ATM, ATM/debit, EDC, maupun e-channel.

Ada lima kategori dalam penilaian yang menggunakan pendekatan pertumbuhan, yakni transaction growth as acquirer bank, transaction growth as issuer bank, rising star bank, transaction growth as collecting agent, dan transaction growth as bill payment partner. (*)

Risca Vilana

Recent Posts

Moody’s Turunkan Outlook Indonesia, BI Tegaskan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

Poin Penting BI menilai penurunan outlook Moody’s tidak mencerminkan pelemahan ekonomi domestik. Stabilitas sistem keuangan… Read More

4 hours ago

Bantah Terkait Dugaan Kasus Pidana Pasar Modal, Berikut Klarifikasi Lengkap BUVA

Poin Penting PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menegaskan tidak memiliki keterlibatan, baik langsung maupun… Read More

4 hours ago

Ekonomi RI Tumbuh 5,11 Persen, Celios: Dari Mana Sumber Pertumbuhannya?

Poin Penting Celios pertanyakan pertumbuhan PDB 5,11 persen dipertanyakan, pasalnya konsumsi rumah tangga & PMTB… Read More

5 hours ago

Purbaya Lantik 43 Pejabat Pajak dan DJA, Ini Daftar Lengkapnya

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik 40 pejabat eselon II di DJP dan… Read More

6 hours ago

Laba BCA Digital Melonjak 98 Persen Jadi Rp213,4 Miliar di 2025

Poin Penting BCA Digital raih laba Rp213,4 miliar, ditopang DPK Rp14,3 triliun (+22%) dan kredit… Read More

6 hours ago

OJK Targetkan Kredit Tumbuh 12 Persen di 2026, Begini Tanggapan Bankir

Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 10–12 persen, lebih tinggi dari target 2025 sebesar 9–11… Read More

8 hours ago