Pound masih tertekan
Jakarta – Bank of England (BoE) mengejutkan pasar global pada perdagangan hari Kamis lalu dengan keputusan yang tak terduga untuk mempertahankan suku bunga, ditengah tekanan besar yang dialami Brexit.
Sejatinya, pasar terus mengkhawatirkan potensi resesi pasca Brexit. Ketidakpastian Brexit juga mengganggu ekonomi Inggris. Kendati demikian, BoE memilih untuk tidak membuat perubahan.
“Sempat ada ekspektasi besar bahwa BoE akan memotong suku bunga 0,25% demi mengupayakan stabilitas ekonomi, namun keputusan hari ini telah memberi dukungan bagi investor yang bullish terhadap GBP” terang Lukman Otunuga, Research Analyst FXTM melalui siaran pers-nya Jumat, 15 Juli 2016.
Lukman menambahkan, sebagian besar Komite Kebijakan Moneter memperkirakan, kebijakan akan dilonggarkan pada Agustus dan ini membatasi peningkatan GBP. Menurutnya, tidak ada yang berubah secara fundamental dan apabila data domestik terus tidak menggembirakan karena efek Brexit, maka pemotongan suku bunga dan
intervensi BoE lebih lanjut sangat mungkin terjadi di masa mendatang.
Data FXTM menunjukkan, GPBUSD meningkat menuju 1.346 setelah BoE memutuskan untuk mempertahankan suku bunga, namun dapat kembali melemah setelah investor memahami bahwa pemotongan suku bunga akan terjadi di masa mendatang.
“Dari sudut pandang teknikal, breakdown yang tegas di bawah 1,32 dapat membuka jalan menuju 1,28″ tandas Lukman.(*)
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More