Namun demikian, penambahan modal dituturkan Luianto, menjadi salah satu komitmen pemegang saham yang berniat menyuntikkan USD250 juta. Sementara sisa kebutuhan modal untuk mencapai minimal Rp5 triliun akan diambil CCB Indonesia dari kas internal, termasuk dengan cara menahan laba.
Baca juga: BI akan Keluarkan Kebijakan Pengelolaan Dividen Bank
Dalam mendorong laju perkembangan bisnis, CCB Indonesia akan mulai fokus masuk menyasar segmen usaha korporasi dengan mengandalkan kompetensi, koneksi serta jaringan CCB yang kuat di infrastruktur dan memiliki klien-klien perusahaan besar asal China.
Per akhir 2016, outstanding kredit CCB Indonesia mencapai Rp8,2 triliun, dan dipatok meningkat 60 persen pada tahun ini dengan fokus ke segmen usaha korporasi, wholesale dan retail. (*) Suheriadi
Page: 1 2
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More
Poin Penting: Biaya haji 2026 terancam naik signifikan akibat kenaikan harga avtur, asuransi, dan tekanan… Read More
Poin Penting Ancaman siber makin kompleks dan canggih (APT, AI, eksploitasi mobile), berdampak pada operasional,… Read More
Poin Penting SIPF belum memiliki payung hukum kuat, karena belum diatur dalam undang-undang meski risiko… Read More
Poin Penting Konflik Timteng memicu risiko gangguan infrastruktur digital global, termasuk data center dan jaringan… Read More
Poin Penting Kebocoran data masih terjadi karena penggunaan banyak tools keamanan yang tidak terintegrasi (silo),… Read More