Pasar Modal; Masih didominasi asing. (Foto: Erman)
Dua atau tiga tahun ke depan BEI berharap porsi investor lokal di pasar modal lebih besar dari asing. Dwitya Putra
Jakarta–PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berupaya menjaring masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal. Langkah ini dilakukan guna membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak mudah melemah ketika asing melakukan aksi jual saham.
Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan mengatakan, komposisi investor lokal di pasar modal khususnya saham baru telah mencapai 36% dan sisanya dikuasi oleh investor asing.
“Persentase itu akan bergeser pelan-pelan, mudah-mudahan dua atau tiga tahun ke depan porsi investor lokal lebih besar,” ujar Nicky di gedung BEI, Jakarta, Selasa, 15 September 2015.
Menurut Nicky, dengan tingkat kepemilikan saham yang didominasi lokal maka pasar modal Indonesia dapat lebih terjaga pergerakannya dan mampu menahan sentimen negatif dari dalam maupun luar negeri.
“Saya bandingkan dengan Malaysia dan Thailand. Jika di Thailand ada bom di Malaysia ada gonjang-ganjing politik tapi indeksnya mereka tidak lebih parah (penurunannya) dari kita. Kenapa kita begitu, karena tingkat keterlibatan investor lokal yang masih kecil,” tutur Nicky.
Jumlah investor asing dan lokal di pasar modal hingga akhir Agustus 2015 mencapai 401 ribu, atau naik 36 ribu dari posisi akhir 2014 sebanyak 365 ribu.
Menurut Nicky, upaya BEI menambah investor lokal terus dilakukan dengan membuat program-program yang mengedukasi dan mensosialisasikan pasar modal ke masyarakat.
Misalnya bekerjasama dengan universitas mengadakan seminar, membuka gedung BEI sebagai tujuan wisata edukasi untuk pelajar, menggandeng emiten untuk menginvestorkan karyawannya dan lain-lainnya.
”Tantangan kita adalah waktu, jadi ini hanya waktur saja dan kita optimis dan berusaha meningkatkan investor lokal. Kita sosialisasikan saham itu tidak bikin pusing, tidak mahal, tidak berisiko, tidak haram dan bukan spekulasi,” tutupnya. (*)
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More
Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More