News Update

2017, KPR BNI Ditarget Rp40 Triliun

Jakarta–PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menargetkan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di tahun ini sebesar Rp40 triliun. Angka ini tumbuh tipis dari posisi KPR tahun lalu sebesar Rp36,4 triliun.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Konsumer Banking BNI Anggoro Eko Cahyo, di Jakarta, Rabu, 22 Februari 2017. Menurutnya, untuk mendorong penyaluran KPR BNI tahun ini berbagai strategi terus dilakukan oleh perseroan.

“KPR BNI ditargetkan sebesar Rp40 triliun sampai akhir tahun ini. Tahun lalu itu penyalurannya Rp36 triliun,” ujarnya.

Di sisi lain, kata dia, untuk penyaluran kredit di segmen consumer banking ditargetkan mencapai Rp66 triliun di 2017 atau meningkat tipis jika dibandingkan dengan penyaluran tahun lalu yang mencapai Rp65,1 triliun atau 16,5 persen dari total kredit yang disalurkan BNI.

Sedangkan di sepanjang tahun ini, BNI menargetkan pertumbuhan kredit total sebesar 17 persen. Target ini lebih rendah dari realisasi pertumbuhan kredit di 2016 yang sebesar 20,6 persen. Dengan target pertumbuhan kredit 17 persen di tahun ini, maka diperkirakan penyaluran kredit BNI berada di kisaran Rp450 triliun.

Sebagai informasi, hingga akhir 2016 lalu kredit yang disalurkan BNI mencapai Rp393,28 triliun, atau meningkat 20,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2015 yang tercatat sebesar Rp326,11 triliun. Sebesar Rp286,1 triliun atau 72,7 persen dari total kredit, disalurkan ke Segmen Business Banking, dan sebesar Rp65,1 triliun atau 16,5 persen ke segmen Consumer Banking.

Sedangkan sisanya sebesar 11,8 persen disalurkan melalui kantor-kantor cabang luar negeri dan perusahaan-perusahaan anak.

Untuk kredit melalui segmen Business Banking, sebesar Rp95,8 triliun disalurkan melalui segmen korporasi yang mampu tumbuh 21 persen, dan kredit kepada BUMN sebesar Rp78,3 triliun atau tumbuh 33,3 persen. Sementara kredit kepada segmen menengah dan kecil masing-masing tumbuh 19,9 persen dan 20,5 persen.

Kredit ke segmen Consumer Banking, terutama melalui pinjaman payroll tumbuh 128,1 persen dengan outstanding per 31 Desember 2016 mencapai Rp8,9 triliun. Penyaluran KPR per 31 Desember 2016 mencapai Rp36,4 triliun atau tumbuh 5 persen dan kartu kredit mencapai Rp10,5 triliun atau tumbuh 7,5 persen. (*)

 

 

Editor: Paulus Yoga

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

40 Juta UMKM Belum Berizin, BKPM Siap Permudah Proses NIB

Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More

3 hours ago

Purbaya Sesuaikan Strategi Penempatan Dana di Perbankan dengan Kebijakan BI

Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More

4 hours ago

Duh! Program MBG Berpotensi Buang Uang Negara Rp1,27 Triliun per Minggu

Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More

5 hours ago

OJK Tegaskan Tak Ada “Injury Time” Spin Off UUS Asuransi

Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More

5 hours ago

Bursa Calon ADK OJK, Purbaya: Sudah Ada Kandidat Kompeten, tapi Belum Banyak

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More

6 hours ago

Dana THR 2026 Siap Dicairkan, Purbaya: Tinggal Tunggu Pengumuman Presiden

Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More

6 hours ago