Sedangkan untuk mendukung pelayanan kredit, perseroan akan memperkuat manajemen perkreditan berbasis manajemen risiko serta implementasi GRC. Diharapkan dengan begitu, akan menghasilkan kinerja yang positif dengan perolehan laba perseroan sesuai target yang telah ditetapkan. “Raker ini nanti akan menjadi acuan kita dalam menjalankan bisnis 2017,” kata Maryono.
(Baca juga: Menakar Laju Kredit Perbankan di 2017)
Dalam Raker BTN 2017 tersebut ikut dihadiri oleh Menteri BUMN Rini M. Soemarno. Dalam paparannya, dia menyebut bahwa BTN telah mencetak kinerja 2016 lebih baik dibanding bank BUMN lainnya. Oleh sebab itu, dirinya meminta BTN agar melakukan sinergi dengan BUMN lainnya dalam pemenuhan kebutuhan rumah bagi pegawai di lingkungan BUMN.
“Kinerja BTN sangat bagus dan saya minta untuk dapat terus ditingkatkan. Rumah menjadi kebutuhan masyarakat dan pemerintah memberikan perhatian untuk itu. Pemerintah menaruh harapan yang sangat besar kepada BTN. Semoga ini menjadi peluang bagi BTN dalam memberikan kebutuhan rumah disamping untuk masyarakat umum juga bagi pegawai di lingkungan BUMN yang belum memiliki rumah,” tutupnya. (*)
(Baca juga: Nih Jurus BTN Pangkas Backlog Rumah)
Page: 1 2
Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More
Poin Penting Fitur leverage memungkinkan transaksi lebih besar dari modal, tetapi juga memperbesar potensi kerugian… Read More
Poin Penting Harga emas global bergerak fluktuatif dipengaruhi faktor ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik… Read More
Poin Penting BGN meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam program MBG di SPPG Pondok… Read More
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More