Selain itu, Asbisindo juga yakin, rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) perbankan syariah juga akan membaik di tahun depan, dengan perkiraan NPF secara gross berada di level 3,45%
“NPF hingga Agustus 2016 itu 4,94%. Proyeksi kami membaik menjadi 3,45% secara gross,” tambahnya. (Baca juga: Tantangan Perbankan Syariah di Era Ekonomi Baru)
Sekadar informasi, pertumbuhan total aset perbankan syariah tersebut ditopang dengan adanya peningkatan dana pihak ketiga (DPK) 20,16% menjadi Rp263,52 triliun. Sementara untuk pembiayaan perbankan syariah meningkat 12,91% mencapai Rp235,01 triliun.
Dengan capaian tersebut, kini pangsa pasar perbankan syariah terhadap industri perbankan nasional mencapai 5,3%. Dengan begitu industri perbankan syariah telah memecah batasan dimana perbankan syariah tidak pernah bisa menembus pangsa pasar diatas 5%. (*) Dwitya Putra
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Riset LPEM FEB UI: kontribusi AdaKami ke PDB 2024 Rp6,95–Rp10,96 triliun, berdampak ke… Read More
Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk membukukan laba bersih Rp1,66 triliun pada 2025, naik… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil manajemen PT Mandiri Tunas Finance (MTF) untuk klarifikasi… Read More
Poin Penting Tenant PT Ace Medical Products Indonesia di KEK Industropolis Batang mengirim 156 pekerja… Read More
Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More
Poin Penting PT Bank Muamalat Indonesia Tbk meluncurkan Program Rindu Haji (9 Februari–31 Desember 2026)… Read More