Categories: Keuangan

2016,Asuransi Jiwa Tak Terlalu Ekspansif

Jakarta—Melemahnya ekonomi nasional turut berimbas kepada industri asuransi jiwa. Karenanya, di tahun depan, industri ini diperkirakan tidak akan terlalu ekspansif.

“Tahun dengan diperkirakan perusahaan asuransi jiwa tidak terlalu expansive, lebih kepada me-maintain customer untuk memaksimalkan renewal premium dan pelayanan” terang Maryoso Sumaryono, Direktur Utama Taspen Life.

Belum pulihnya daya beli dan gejolak pasar modal berpotensi membuat pertumbuhan asuransi jiwa di jalur lambat.  “Kenapa tidak terlalu ekspansive, karena untuk menghindari pengeluaran biaya yang cukup besar” imbuhnya.

Senada dengan Maryono, Hendrisman Rahim, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia juga mengamini pertumbuhan asuransi jiwa mungkin belum bisa menyamai pencapaian beberapa tahun sebelumnya. AAJI pun memasang target pertumbuhan yang moderat di tahun depan. “Proyeksinya bisa tumbuh di kisaran 20%” terang Hendrisman.

Berdasarkan data Biro Riset Infobank (birI), perolehan premi bruto asuransi jiwa hingga Agustus 2015 mencapai 70,64 triliun. secara year to date, premi bruto asuransi mencatatkan pertumbuhan negative 10,72%.  Namun, jika dilihat secara year on year, yakni membandingkan antara perolehan Juni 2014 dengan Juni 2015 premi bruto asuransi jiwa membukukan pertumbuhan sebesar 1,23%.(*) Apriyani Kurniasih

Apriyani

Recent Posts

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

4 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

4 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

4 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

4 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

4 hours ago

IHSG Ditutup Melesat 4,42 Persen ke Level 7.279, BRPT hingga PTRO jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More

4 hours ago