United Tractors; Fokus pada konstruksi. (Foto: Istimewa).
Jakarta -Tahun depan, PT United Tractors Tbk (UNTR) akan lebih berfokus kepada bisnis yang berkaitan dengan konstruksi dan infrastruktur melalui anak usahanya PT Acset Indonusa (ACST).
Direktur Utama United Tractors, Gidion Hasan mengatakan hal ini berkaitan dengan rencana pemerintah untuk menggenjot pembangunan infrastruktur di Tanah Air yang saat ini mulai berjalan.
“Kita harap ketika sektor komoditas seperti kelapa sawit dan tambang batubara melemah ada percepatan infrastuktur dengan goverment spending yang besar. Kita harap tahun depan benar terjadi infrastruktur,” kata Gidion, di Jakarta, Senin, 9 November 2015.
Gidion melihat, sektor tambang dan sawit masih belum akan mengalami perubahan di tahun depan. Jadi strategi perseroan pada tahun depan akan berharap pada sektor konstruksi dan infrastruktur.
“Kami prediksi tambang dan sawit masih akan flat belum ada pertumbuhan kita harap pertumbuihan di infrastruktur. Strategi melakuklan penetrasi di konstruksi dan infrastrukutr. Penjualan di infrastruktur jauh lebih tinggi dibanding pertambangan. Ini akan jadi fokus kami,” tambahnya.
Selain itu, Ia juga berharap pada penjualan perseroan di sektor produk dan support unit seperti service dan suku cadang alat berat.
“Produk support, ini yang menjadi strategi kami ke depan. Kita harap produk dan support unit and service akan tumbuh 6-8%. Karena alat sudah dilapangan pasti perlu spare part dan service,” tambahnya. (*) Dwitya Putra
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More
Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More
Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More
Poin Penting Maraknya penagihan intimidatif berdampak pada kebijakan perusahaan pembiayaan, yang kini memperketat prinsip kehati-hatian… Read More