Categories: Perbankan

2016, OCBC NISP Syariah Optimalkan Office Channeling

Jakarta–Unit usaha syariah PT Bank OCBC NISP Tbk atau OCBC NISP Syariah bakal memaksimalkan jaringan kantor yang sudah ada dan mendorong kinera office channeling.

Head of Sharia Business OCBC NISP, Koko T. Rachmadi menjelaskan, bahwa saat ini pihaknya sudah memiliki 10 kantor cabang. “10 cabang ini sudah cukup cover semua. Kan pendekatan OJK untuk office channeling asal ada cabang di kantor regional (6 kantor regional OJK),” tukasnya di Jakarta, Kamis, 19 November 2015.

Ia menegaskan, bahwa tahun depan OCBC NISP Syariah akan mengoptimalkan office channeling kita. Menurutnya, untuk kantor cabang tidak akan melakukan penambahan kantor cabang melainkan bakal menambah jumlah office channeling yang saat ini sudah ada di sekitar 260 kantor cabang konvensional OCBC NISP.

“Konvensional kan ada 337 kantor cabang. Kita maping dulu ini kan space masih banyak sekitar 70. Kita dorong jadi 280 office channeling sudah bagus,” tukasnya.

Lewat optimalisasi tersebut, bisnis OCBC NISP Syariah diharapkan bisa terus bertumbuh. Per September 2015, outstanding pembiayaan tumbuh 7% secara setahunan menjadi sebesar Rp1,7 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) naik 24% menjadi Rp1,99 triliun. Sedangkan total aset tumbuh 16% menjadi Rp2,57 triliun. (*) Paulus Yoga

Paulus Yoga

Recent Posts

BRI Salurkan KUR Rp178,08 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting BRI salurkan KUR Rp178,08 triliun pada 2025 kepada 3,8 juta debitur, dengan 64,49… Read More

8 mins ago

Mengeliminasi Fragmentasi Global dan Menimbang Posisi Indonesia

Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia DALAM laporan Global… Read More

11 mins ago

HRTA Rilis Aplikasi HRTA Gold untuk Transaksi Emas dan Perhiasan, Ini Keunggulannya

Poin Penting HRTA meluncurkan aplikasi HRTA Gold sebagai platform jual beli emas dan perhiasan fisik… Read More

45 mins ago

Fungsi Intermediasi Solid, BNI Raup Laba Rp20 Triliun di 2025

Poin Penting Kredit tumbuh 15,9 persen yoy menjadi Rp899,53 triliun, DPK naik 29,2 persen menjadi… Read More

1 hour ago

Demutualisasi Bursa dan Krisis Akuntabilitas Hukum

Oleh Firman Tendry Masengi, Advokat/Direktur Eksekutif RECHT Institute DEMUTUALISASI bursa efek kerap dipromosikan sebagai keniscayaan… Read More

3 hours ago

Jahja Setiaatmadja Borong 67.000 Saham BBCA, Rogoh Kocek Segini

Poin Penting Jahja Setiaatmadja tambah saham BBCA sebanyak 67.000 lembar secara tidak langsung dengan harga… Read More

4 hours ago