Tol Jasa Marga; Terbuka untuk e-money bank BUMN. (Foto: Paulus Yoga)
Terbukanya pembayaran nontunai tol Jasa Marga kepada 4 bank BUMN diyakini bisa meningkatkan pelayanan jalan tol kepada masyarakat. Paulus Yoga
Jakarta–Menteri BUMN Rini Soemarno menargetkan penggunaan kartu elektornik bank-bank pelat merah dapat digunakan di seluruh ruas jalan tol nasional, baik milik PT Jasa Marga ataupun ruas jalan tol milik swasta.
Ia menekankan agar pembayaran uang elektronik atau e-money dengan menggunakan instrumen uang elektronik bank-bank BUMN bisa diterapkan di seluruh ruas jalan tol Jasa Marga.
“Jadi 3 bulan target Pak Adit (Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman), seluruh Jasa Marga pakai ini, dan untuk bank-bank BUMN targetnya akhir 2016 seluruh tol nasional pakai ini,” kata Rini dalam sambutannya di acara Sinergi BUMN dalam Implementasi Pembayaran Elektronik Tol Nasional di Jakarta, Senin, 31 Agustus 2015.
Sebelumnya penggunaan instrumen e-money di ruas-ruas jalan tol milik Jasa Marga dimonopoli oleh PT Bank Mandiri Tbk yang telah melakukan kesepakatan secara eksklusif hingga tahun 2018. Dengan dibukanya pembayaran secara nontunai tol Jasa Marga kepada bank BUMN lainnya, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk dan PT Bank Tabungan Negara Tbk maka masyarakat lebih leluasa menggunakan instrumen e-money dari bank BUMN lainnya.
Dalam keterangan persnya, Direktur Utama Bank Mandiri Budi G. Sadikin meyakini, dengan semakin banyaknya uang elektronik yang dapat digunakan untuk pembayaran jalan tol, masyarakat bisa semakin mudah dan nyaman dalam melakukan transaksi pembayaran tol sehingga mobilitasnya pun semakin optimal. “Implementasi ini sekaligus untuk mendukung Gerakan Nasional Non Tunai,” ucapnya. (*)
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
View Comments
pantesan, ada monopoli....
makanya flazz gak bisa dipake di tol...
makanya pengguna uang elektronik di tol masih sedikit...
makanya pintu tol ngantri panjang karena masih banyak yang pake tunai...
makanya sampai ada korban meninggal gara2 antri keluar tol....
Para pekerjanya mau dikemanain pakk klo smuanya transaksi tol non tunai