Jakarta — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan telah melakukan penanganan simpanan kepada nasabah yang banknya dicabut izinnya.
“LPS telah melakukan penanganan simpanan di 79 bank yang dicabut izin usahanya dan telah selesai proses recover-nya” ujar Poltak L Tobing selaku Executive Vice President LPS di Jakarta (15/3).
Ia menjelaskan sepanjang tahun 2016 LPS telah membayar simpanan nasabah sebesar Rp 1,49 miliar dengan total rekening mencapai 165.461 rekening. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp357,46 miliar merupakan simpanan nasabah di bank umum, dan sebesar Rp1,13 miliar merupakan simpanan nasabah di Bank Perkreditan Rakyat.
Dalam penanganan simpanan pada tahun 2016, terdapat 12.578 rekening tidak layak bayar. Sebagian besar disebabkan karena pemilik rekening terkait dengan kredit macet.
“LPS telah melakukan penanganan simpanan hingga Rp 1,49 triliun dengan jumlah rekening sebanyak 165.461 rekening,” ujar Poltak
Sebagai data pada 2016 LPS telah melikuidasi 10 BPR dan BPRS yang dicabut izin usahanya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kesepuluh bank tersebut tersebar di beberapa propinsi, yaitu 3 di Jawa Timur, 2 di Sumatera Barat, 2 di Jawa Barat, 1 di Yogyakarta, 1 di Sulawesi Selatan, dan 1 Sulawesi Tenggara.
Hingga Maret 2017 ini, LPS telah melakukan likuidasi terhadap 79 bank di antaranya 1 bank umum, 73 BPR dan 5 BPR Syariah.
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More