Bursa Efek Indonesia; Penerbitan obligasi . (Foto: Dok. Infobank).
Jakarta–PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan ada calon emiten di 2016 yang akan melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) di pasar modal dengan target dana segarnya mencapai Rp5 triliun. Angka ini cukup fantastis jika menilik ke IPO di tahun-tahun sebelumnya yang nilai emisinya tergolong sangat kecil, atau boleh dibilang kurang berkualitas.
“Tahun depan ada satu perusahaan yang nilainya hampir Rp5 triliun. Namun jumlah lebih penting dari saya,” ungkap Direktur Utama BEI Tito Sulistio, ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Kamis, 10 Desember 2015.
Perusahaan yang menargetkan dana segar sebesar Rp5 triliun tersebut kata Tito berasal dari sektor power plant. Dokumen perusahaan, sebutnya sudah masuk ke bursa untuk ditanggapi dengan cepat. Adapun untuk nama perusahaannya, sayangnya Tito masih enggan membicarakan secara detail. Paling tidak, mereka memberi sinyal keras untuk masuk ke bursa.
“Jadi sampai sekarang berjalan lancar. Kalau tidak salah sudah masuk ke kita (bursa). Ada juga yang besar mau masuk, udah ngomong,” ungkap dia.
Selain sektor power plant, sambung Tito, ada perusahaan properti yang menargetkan dana IPO-nya di tingkat yang besar. Perusahaan properti ini akan listing di semester II-2016.
“Nama perusahaan ya ga boleh bilang. Properti ini mungkin di semester 2 tahun depan,” tutup Tito. (*) Dwitya Putra
Poin Penting Riset LPEM FEB UI: kontribusi AdaKami ke PDB 2024 Rp6,95–Rp10,96 triliun, berdampak ke… Read More
Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk membukukan laba bersih Rp1,66 triliun pada 2025, naik… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil manajemen PT Mandiri Tunas Finance (MTF) untuk klarifikasi… Read More
Poin Penting Tenant PT Ace Medical Products Indonesia di KEK Industropolis Batang mengirim 156 pekerja… Read More
Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More
Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More