Ekonomi dan Bisnis

2015 Laba Peruri Naik 2,86% Jadi Rp324 Miliar

Jakarta–Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) mencatat raihan laba bersih Rp324 miliar  sepanjang 2015, atau naik 2,86% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp315 miliar.

Sedangkan untuk laba usaha perusahaan, kata Direktur Utama Perum Peruri, Prasetio, tercatat sebesar Rp476 miliar atau mengalami peningkatan 89,64% jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya sebesar Rp251 miliar.

Pencapaian kinerja yang positif ini, menurut Prasetio, sejalan dengan pendapatan usaha yang mencapai Rp3,02 triliun. Angka tersebut tumbuh 30,71% jika dibandingkan dengan realisasi di 2014 yang sebesar Rp2,31 triliun.

“Kami mengalami pertumbuhan yang positif di tengah-tengah kecenderungan perubahan teknologi cetak konvensional ke digital dan penyesuaian orientasi pasar kami secara bertahap dari lokal ke global,” ujarnya, di Jakarta, Kamis, 4 April 2016.

Sementara untuk total aset Peruri disepanjang 2015, tercatat mencapai Rp3,87 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 18,40% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp3,27 triliun.

“Kontribusi pasar global sudah mulai ada tetapi masih sangat kecil, kurang dari satu persen, tetapi kami masuk pada pasar luar negeri terus ditingkatkan,” tukasnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, bahwa sejauh ini kontribusi cetak konvensional masing sangat dominan atau lebih dari 95%. Sehingga sampai saat ini perubahan teknologi cetak konvensional ke digital belum mempengaruhi bisnis perusahaan. (*)

 

Editor: Paulus Yoga

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

4 mins ago

ALTO Network Proses 30 Juta Transaksi Harian, QRIS jadi Kontributor Terbesar

Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More

15 mins ago

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

3 hours ago

Konflik AS-Iran Tekan Biaya Logistik, ALFI Minta Regulasi KBLI Dievaluasi

Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More

4 hours ago

Bos BTN Laporkan Penurunan NPL Konstruksi di Bawah 10 Persen

Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More

4 hours ago

IHSG Berbalik Ditutup Menguat 0,39 Persen, Mayoritas Sektor Hijau

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More

5 hours ago