Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.01 WIB (8/3) indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali dibuka pada zona hijau ke level 7.397,63 atau menguat 0,32 persen dari level 7.373,96.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 432,94 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 21 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp274,88 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 99 saham terkoreksi, sebanyak 179 saham menguat dan sebanyak 231 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Diproyeksi Kembali Menguat, Cek 4 Rekomendasi Saham Berikut
Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, melihat bahwa IHSG secara teknikal hari ini akan bergerak mixed dan melemah dalam rentang 7.320 hingga 7.390.
“Pada perdagangan Kamis (7/3), IHSG ditutup naik 0,60 persen atau naik 44,16 poin di level 7.373. IHSG hari ini (8/3) diprediksi bergerak mixed dan melemah terbatas dalam range 7.320-7.390,” ucap Ratih dalam risetnya di Jakarta, 8 Maret 2024.
Adapun, ia menyoroti sentimen yang memengaruhi pergerakan IHSG hari ini antara lain dari Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Cadangan Devisa (Cadev) pada Februari 2024 sebesar USD144 miliar atau turun dari bulan sebelumnya sebesar USD145,1 miliar.
Baca juga: OJK Sebut Pasar Saham Masih Tangguh di Tengah Perlambatan Ekonomi Global, Ini Buktinya
Cadev tersebut setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, sekaligus di atas kecukupan standar internasional, yaitu 3 bulan impor.
“Tetap tingginya cadev menjadi pelindung ekonomi Indonesia di tengah volatilitas global. Di sisi lain, IHSG hari ini berpotensi dilanda aksi profit taking menjelang cuti bersama selama 2 hari beruntun di pekan depan,” imbuhnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting PT Bank Amar Indonesia Tbk menyatakan siap memenuhi ketentuan permodalan baru jika OJK… Read More
Poin Penting AXA Mandiri menjaga stabilitas permodalan melalui pengawasan ketat terhadap rasio solvabilitas (Risk Based… Read More
Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More
Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More
Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More
Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More