Market Update

170 Saham Terkoreksi, IHSG Dibuka di Zona Merah

Poin Penting

  • IHSG dibuka melemah 0,23 persen ke level 8.955,04 pada perdagangan 27 Januari 2026, dengan nilai transaksi Rp636,79 miliar dan mayoritas saham bergerak mixed
  • Secara teknikal, IHSG masih berpeluang menguat, dengan proyeksi pergerakan di kisaran support 8.908 dan resistance 9.031, menurut analis Reliance Sekuritas
  • Sentimen pasar dipengaruhi faktor global, mulai dari penantian kebijakan suku bunga The Fed, dinamika geopolitik, hingga aksi net sell asing Rp1,01 triliun.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini (27/1) pukul 09.00 WIB berbalik dibuka melemah pada level 8.955,04 dari posisi 8.975,33 atau turun 0,23 persen.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini sebanyak 1,20 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 93 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp636,79 miliar. 

Kemudian, tercatat terdapat 170 saham terkoreksi, 251 saham menguat, dan 220 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: IHSG Diprediksi Lanjut Menguat, Berikut Katalis Penggeraknya

Analis Reliance Sekuritas Indonesia, sebelumnya telah memprediksi bahwa IHSG secara teknikal masih berpotensi untuk bergerak cenderung menguat pada rentang level 8.908-9.031.

“Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 8.908 dan resistance pada level 9.031 dengan kecenderungan menguat,” ucap analis Reliance dalam risetnya di Jakarta, 27 Januari 2026.

Diketahui pada perdagangan kemarin (22/1) IHSG ditutup menguat pada level 8.975,33 atau naik 0,27 persen. Penguatan dipimpin oleh saham-saham sektor bahan baku dan transportasi.

Sentimen positif didorong oleh kinerja emiten saham-saham tambang emas di tengah investor yang menanti arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed, serta dinamika geopolitik global.

Sementara investor asing membukukan net sell sebesar Rp1,01 triliun di pasar reguler dengan saham-saham yang paling banyak dijual, seperti BBCA, BMRI, BUMI, BBNI, dan MDKA. 

Baca juga: Risiko Outflow Asing Hantui IHSG Jelang Keputusan Free Float MSCI

Adapun, indeks utama bursa AS Bursa saham Wall Street ditutup mayoritas menguat. 

Hal itu disebabkan oleh investor yang tengah bersiap menunggu Federal Reseve meeting di minggu ini dan rilis laporan pendapatan perusahaan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

KB Bank Andalkan Corporate Banking jadi Motor Pertumbuhan Bisnis

Poin Penting KB Bank fokus pada corporate banking dengan ekspansi kredit yang lebih selektif. Perseroan… Read More

9 hours ago

Asuransi Multi Artha Guna (AMAG) Raih Pendapatan Jasa Rp2,79 Triliun di 2025

Poin Penting Pendapatan AMAG naik 8,48% menjadi Rp2,79 triliun pada 2025. Laba bersih turun 41%… Read More

14 hours ago

Pembiayaan Baru WOM Finance Tembus Rp5,94 Triliun di 2025, Tumbuh 9,35 Persen

Poin Penting Pembiayaan baru WOM Finance tumbuh 9,35 persen (yoy) menjadi Rp5,94 triliun, mendorong kenaikan… Read More

14 hours ago

Kasus Amsal Disorot: Dari Dugaan Mark-Up hingga Implikasi Keuangan Negara

Poin Penting Kasus Amsal mengungkap dugaan mark-up anggaran proyek desa dengan kerugian negara sekitar Rp202… Read More

15 hours ago

RUPS WOM Finance Rombak Pengurus, Kursi Dirut Segera Diisi

Poin Penting WOM Finance merombak jajaran komisaris dan direksi melalui RUPS terbaru. Posisi direktur utama… Read More

15 hours ago

Pendapatan DCI Indonesia Tumbuh 40,1 Persen Jadi Rp2,5 Triliun di 2025

Poin Penting Pendapatan DCII 2025 tumbuh 40,1 persen yoy menjadi Rp2,5 triliun, didorong operasional data… Read More

15 hours ago