News Update

17 Bank Masuk Seleksi Penerima Setoran Dana Haji

Surabaya – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mencatat, saat ini sudah ada 17 bank yang dipercaya Kementerian Agama untuk menjadi bank penerima setoran dana haji tahun ini. Ke-17 bank tersebut tengah dalam proses seleksi untuk dapat menjadi bank penerima setoran dana haji di tahun depan.

Anggota Badan Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu menjelaskan, sebelum menjadi bank penerima setoran dana haji, perbankan yang mengajukan diri tersebut harus memenuhi beberapa syarat. Di antaranya, bank tersebut harus sehat dan memiliki kemampuan teknologi informasi yang bagus.

“Ada 17 bank sedang dalam proses seleksi untuk mendapatkan status bank penerima setoran per tahun akan datang. Sebelumnya mereka punya persyaratan sebagai bank yang sehat, dan punya kemampuan teknologi informasi,” ujarnya di Grand City Convention Center, Surabaya, Jumat, 10 November 2017.

Selain itu, bank tersebut juga harus memiliki jamaah haji dan umroh dalam program di. Bank tersebut. Selain itu, dirinya juga menyampaikan, bank harus menunjukkan bukti bahwa dana haji yang disetor ke bank tersebut mendapat jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

“Karena dana haji itu mengumpul atas nama rekening Menteri Agama, dan akan pindah ke BPKH. Kalau dikumpulkan semua maka akan melebihi jaminan LPS. Meskipun ke satu rekening. Sehingga uang tersebut harus dijamin oleh LPS,” ucapnya.

Lebih lanjut Anggito menambahkan, bank-bank tersebut juga harus memiliki virtual account yang nantinya akan dibagikan kepada setiap nasabah haji. Bank tersebut juga wajib mengembangkan produknya serta tidak terpusat pada deposito dan giro semata.

“Tidak hanya dalam informasi, tapi jamaah yang belum berangkat akan dapatkan virtual account. Kemudian bank juga wajib untuk mengembangkan produk, tidak hanya deposito atau giro tapi pembiayaan yg dapat dikategorikan untuk investasi lainnya,” paparnya.

Adapun 17 bank yang menerima setoran dana jamaah haji adalah:
1. Bank Syariah Mandiri
2. BRI Syariah
3. BNI Syariah
4. Bank Muamalat
5. Bank Mega Syariah
6. BTN Syariah UUS (Unit Usaha Syariah)
7. Bank Panin Syariah UUS
8. Bank Permata Syariah UUS
9. Bank IMB Niaga Syariah UUS
10. BPD Aceh Unit Usaha Syariah
11. BPD Sumut Unit Usaha Syariah
12. BPD Nagari (Sumbar) Unit Usaha Syariah
13. BPD Riau Unit Usaha Syariah
14. BPD Sumsel Babel Unit Usaha Syariah
15. BPD DKI Unit Usaha Syariah
16. BPD Jateng Unit Usaha Syariah
17. BPD Jatim Unit Usaha Syariah. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

38 mins ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

1 hour ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

2 hours ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

2 hours ago

ALTO Network Proses 30 Juta Transaksi Harian, QRIS jadi Kontributor Terbesar

Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More

2 hours ago

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

5 hours ago