Astra Financial Raup Rp1 Triliun Aplikasi Pembiayaan di GIIAS 2018
Selama 11 hari berlangsung, ajang GIIAS memapu menjual 17.077 unit mobil dari 25 merk. Jumlah pengunjung pun lebih banyak dari pameran yang sama tahun lalu. Novita Adi Wibawanti
Tangerang–Pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) resmi ditutup pada Minggu, 30 Agustus 2015. Pameran yang dihelat sejak 20-30 Agustus tersebut membukukan penjualan sebanyak 17.077 unit mobil dari 25 merk. Secara nominal, tota l angka penjualan yang berhasil dibukukan pada pameran otomotif milik Gaikindo tersebut sebesar Rp5,45 triliun selama 11 hari digelar.
Diluar ekspektasi, jumlah pengunjung pada pameran GIIAS ini mencapai 451,654 orang. Angka tersebut oleh panitia diklaim lebih besar ketimbang even yang sama yang pernah digelar tahun sebelumnya. Jumlah tersebut tentu mematahkan prediksi bahwa gelaran otomotif satu ini bakal sepi pengunjung. Pasalnya, GIIAS sendiri dihelat di luar Jakarta.
Johnny Darmawan, Ketua Penyelenggara Pameran GIIAS 2015 menyatakan kegembiraannya atas keberhasilan yang diraih GIIAS 2015.
“Saya gembira angka pengunjung GIIAS 2015 berhasil menembus angka 400.000. Awalnya GAIKINDO hanya menargetkan 380.000 pengunjung, sama dengan angka yang dicapai pada pameran Gaikindo tahun lalu” tuturnya.
Ia menambahkan ada berbagai faktor penyebab membludaknya pengunjung ke pameran GIIAS yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang. Antara lain mulai rasa penasaran pengunjung akan gedung baru yang dipakai buat pameran, banyaknya mobil-mobil baru yang di launching, aneka ragam gimmick-gimmick serta diskon dan bonus penjualan. Kekhawatiran masyarakat terhadap kenaikkan harga mobil lantaran rupiah yang melemah juga menjadi salah satu faktor yang memicu antusiasme pengunjung.
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More