Ilustrasi - Pergerakan pasar sahan. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (4/6) indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali dibuka menguat ke level 7.085,65 atau naik 0,70 persen dari level 7.036,19.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 207,56 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 18 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp301,18 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 68 saham terkoreksi, sebanyak 168 saham menguat dan sebanyak 196 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: BEI Lakukan Penyesuaian Aturan Delisting dan Relisting, Ini 6 Poin Pentingnya
Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, melihat IHSG secara teknikal pada hari ini akan diprediksi bergerak menguat dalam rentang 7.000 hingga 7.080.
“Pada perdagangan Senin (3/6), IHSG ditutup naik 0,94 persen atau plus 65,45 poin di level 7.036. IHSG hari ini (4/6) diprediksi bergerak menguat dalam range 7.000-7.080,” ucap Ratih dalam risetnya di Jakarta, 4 Juni 2024.
Ia menuturkan IHSG rebound sejalan dengan pergerakan saham Big Banks yang kembali menguat, pelaku pasar merespon kinerja keuangan Big Banks per April 2024 yang cenderung bervariasi, di mana Big Banks milik BUMN mencatat kinerja positif secara tahunan, meskipun secara bulanan tertekan akibat iklim suku bunga tinggi.
Baca juga: BEI Catat 37 Emiten Antre IPO, 8 di Antaranya Beraset Jumbo
Di sisi lain, pelaku pasar merespon positif rilis angka inflasi tahunan domestik, dengan inflasi tahunan tetap terjaga di level 2,84 persen pada Mei 2024, setelah pada bulan sebelumnya inflasi mencapai 3 persen.
Adapun dari mancanegara, Indeks PMI manufaktur di kawasan Eropa versi Hamburg Commercial Bank AG (HCOB) pada Mei 2024 tumbuh ke level 47,3, setelah bulan sebelumnya sebesar 45,7. (*)
Editor: Galih Pratama
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More