Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (10/7) indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka menguat ke level 7.288,24 atau naik 0,25 persen dari level 7.269,80.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 2,43 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi mencapai 21 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp278,76 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 72 saham terkoreksi, sebanyak 167 saham menguat dan sebanyak 220 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Diprediksi Menguat, Ini Sederet Pendorongnya
Sebelumnya, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan bahwa, pergerakan IHSG secara teknikal hari ini berpotensi mencoba break resistance di level 7.270 dengan target dekat di 7.320.
“Akan tetapi, jika gagal break 7.270 potensi koreksi sedikit karena masih menunggu data inflasi US minggu ini. dengan level support IHSG di 7.220-7.250, sedangkan level resistance berada di 7.270-7.320,” ucap Fanny dalam risetnya di Jakarta, 10 Juli 2024.
Dari Wall Street, indeks S&P 500 dan Nasdaq, mencatatkan rekor tertinggi lagi pada Selasa (9/7), di mana S&P 500 naik tipis 0,07 persen menjadi 5.576,98 dan Nasdaq Composite juga meningkat 0,14 persen menjadi 18.429,29. Sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 0,13 persen menjadi 39.291,97.
Adapun, bursa saham di kawasan Asia dan Pasifik menghijau pada perdagangan kemarin, dengan Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,96 persen, indeks Topix naik 0,97 persen, dan Kospi Korea Selatan naik 0,34 persen.
Kemudian, S&P/ASX 200 Australia turut meningkat 0,86 persen, sentimen konsumen Australia pada bulan Juli mencapai minus 1,1 persen dibandingkan 1,7 persen pada bulan sebelumnya. Di mana, pelaku pasar bursa Asia akan mencermati data kepercayaan bisnis Australia yang akan dirilis hari ini. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More