Market Update

163 Saham Menguat, IHSG Dibuka Naik ke Level 6.966

Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (13/10) indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali dibuka pada zona hijau ke level 6966,79 atau menguat 0,46 persen dari level 6934,87 pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 527 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 23 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp232 miliar.

Kemudian, tercatat terdapat 101 saham terkoreksi, sebanyak 163 saham menguat dan sebanyak 233 saham tetap tidak berubah.

Sebelumnya, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman melihat pergerakan IHSG secara teknikal hari ini berpotensi bergerak sideways di area 6.900-6.960.

“Devel support IHSG berada di 6.890-6.900 dan level resistance IHSG berada di 6.960-6.980,” ucap Fanny dalam risetnya di Jakarta, 13 Oktober 2023.

Pada perdagangan kemarin (12/10) indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah sebesar 0,51 persen, begitu juga dengan S&P 500 yang turun sebesar 0,62 persen, sementara indeks Nasdaq turut terkoreksi sebesar 0,63 persen.

Amerika Serikat telah melaporkan inflasi September 2023 sebesar 3,7 persen secara tahunan dan 0,4 persen secara bulanan yang berada di atas ekspektasi, dengan initial jobless claims untuk minggu yang berakhir 7 Oktober 2023 sebesar 209.000 berada di bawah perkiraan.

“Data inflasi ini menimbulkan kembali kekhawatiran terhadap suku bunga, di mana Yield treasury 10 tahun naik hampir 11 basis poin menjadi 4,70 persen,” imbuhnya.

Sementara, hampir seluruh bursa di kawasan regional Asia Pasifik mengalami penguatan, seperti Nikkei dan Hang Seng yang mencatat penguatan signifikan masing-masing sebesar 1,75 persen dan 1,93 persen, kenaikan Hang Seng ditunjang oleh penguatan saham perbankan besar China.

Adapun, Producer price index (PPI) Jepang untuk September 2023 sebesar 2 persen, di bawah ekspektasi, dan China hari ini akan mengumumkan data perekonomian September 2023 berupa inflasi yang diperkirakan sebesar 0,2 persen yoy, serta neraca perdagangan dengan perkiraan surplus USD70 miliar. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Kriminalisasi Kredit Macet: Banyak Analis Kredit yang Minta Pindah Bagian dan Bahkan Rela Resign

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More

53 mins ago

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

13 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

14 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

14 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

20 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

21 hours ago