Market Update

151 Saham Hijau, IHSG Kembali Dibuka Menguat ke Level 6.398

Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (21/3) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka menguat ke level 6.398,39 atau naik 0,26 persen dari level 6.381,67 pada perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 211,72 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 21 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp312,09 miliar. 

Kemudian, tercatat terdapat 94 saham terkoreksi, sebanyak 151 saham menguat dan sebanyak 212 saham tetap tidak berubah. 

Baca juga: IHSG Berpeluang Menguat Terbatas, Berikut Katalis Penggeraknya

Sebelumnya, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia, memproyeksikan IHSG hari ini secara teknikal diprediksi akan bergerak variatif cenderung melemah.

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.240-6.310 dan resistance 6.455-6.525,” ucap Manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, 21 Maret 2025.

Manajemen CGS melihat, berlanjutnya aksi jual investor asing dan melemahnya indeks dibursa Wall Street seiring adanya kekhawatiran investor terhadap potensi stagflasi ekonomi Amerika Serikat (AS) diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. 

Sementara itu, maraknya aksi buyback saham pasca keluarnya kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memperbolehkan aksi korporasi tersebut tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan naiknya beberapa harga komoditas berpeluang menjadi katalis positif untuk IHSG.

Baca juga: OJK Terbitkan Aturan Baru, Saham-saham Bank Ini Bisa Langsung Buyback Tanpa RUPS

Rekomendasi Saham

CGS International Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham untuk hari ini, di ntaranya adalah PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK).

Kemudian tiga saham lain yang direkomendasikan, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Standard Chartered Beberkan Peluang Investasi pada 2026

Poin Penting Standard Chartered mendorong portofolio yang disiplin, terstruktur (core, tactical, opportunistic), dan terdiversifikasi lintas… Read More

37 mins ago

Profil Juda Agung, Wamenkeu Baru dengan Kekayaan Rp56 Miliar

Poin Penting Presiden Prabowo melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang… Read More

1 hour ago

IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 2,83 Persen ke Posisi 7.874, Seluruh Sektor Tertekan

Poin Penting IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83%… Read More

1 hour ago

Moody’s Pangkas Outlook RI Jadi Negatif, Airlangga: Perlu Penjelasan Soal Peran Danantara

Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More

1 hour ago

Outlook Negatif dari Moody’s Jadi Alarm Keras untuk Kebijakan Prabowo

Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More

2 hours ago

Danamon Pede AUM Tumbuh 20 Persen di 2026, Ini Pendorongnya

Poin Penting Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025… Read More

3 hours ago