Jakarta – PMI mencatat saat ini ada kurang lebih sebanyak 15 ribu pendonor plasma konvalesen dari seluruh Indonesia. dr. Linda Lukitari Waseso Ketua Bidang Unit Donor Darah – PMI Pusat menjelaskan, jumlah pendonor tersebut sudah mampu untuk memenuhi permintaan plasma konvalesen secara nasional.
“Kita sudah ada kurang lebih 15 ribu pendonor plasma konvalesen. Satu pendonor ada yang diambil sebanyak 400cc dan bisa dibagi menjadi 2 kantong 200cc. Ada juga yang diambil 600cc yang nantinya bisa dibagi menjadi 3 kantong 200cc,” kata Linda dalam diskusi virtual melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, 1 Maret 2021.
Lebih lanjut, Linda mengungkapkan ada syarat reguler dan khusus yang harus dipenuhi sebelum menjadi seorang pendonor. Untuk syarat reguler, tidak jauh berbeda dari donor darah biasa. Lalu, syarat khusus yang harus dipenuhi adalah harus pulih dari Covid-19 dan tidak mengalami gejala apapun setelah 14 hari sembuh dari Covid-19.
PMI juga bekerja sama dengan Satgas Penanganan Covid-19 untuk menyediakan channel informasi tentang plasma konvalesen. Untuk mendapatkan informasi, calon pendonor atau keluarga pasien dapat menghubungi Call Center 117 Ekstensi 5, mengakses aplikasi Ayo Donor PMI, atau mengakses plasmakonvalesen.covid19.go.id.
PMI mengimbau bagi penyintas Covid-19 untuk menjadi penyalurkan plasma konvalesen. Donor Plasma Konvalesen akan sangat membantu para pasien penderita Covid-19 yang membutuhkan. (*) Evan Yulian Philaret
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More