Jakarta–Laporan Global Wealth Research 2015 yang dirilis Credit Suisse Research Institute hari ini melaporkan bahwa 136.000 penduduk Indonesia masuk ke dalam 1% penduduk terkaya di dunia, dengan 98.000 diantaranya memiliki aset jutaan Dollar AS.
Berdasarkan Laporan Global Wealth Research 2015, di Indonesia, 92% dari populasi memiliki kurang dari US$ 10.000. Jumlah tersebut lebih tinggi dari rata-rata dunia, yaitu 71%. Semakin tinggi ukuran nilai kekayaannya, semakin sedikit pula jumlah penduduk Indonesia yang masuk ke kategori tersebut dibanding jumlah rata-rata penduduk dunia pada kaetgori kekayaan yang sama. Ini artinya, rata-rata kekayaan penduduk Indonesia masih terbilang rendah dibandingkan dengan standar internasional. Akan tetapi, karena distribusi kekayaan yang begitu lebar, ada 136.000 penduduk Indonesia yang termasuk dalam 1% penduduk terkaya dunia.
Laporan itu juga menyebutkan, bahwa Indonesia berhasil pulih dengan mengagumkan dari krisis finansial Asia di 1997-19998, dan rata-rata kekayaan penduduknya dalam Rupiah meningkat pesat pada periode tahun 2000-2015. Dalam hitungan mata uang lokal, krisis finansial global berdampak kecil terhadap kekayaan penduduk Indonesia yang menunjukkan peningkatan sebesar 5,5% sejak 2008. Akan tetapi, jika menggunakan US$, depresiasi sebesar 32% terhadap nilai tukar sejak 2011 menyebabkan rata-rata kekayaan per orang menurun. Namun, dari segi jumlah, sejak 2000 nilai kekayaan per orang telah meningkat hingga lebih dari tiga kali lipat dalam US$ dan meningkat lima kali dalam Rupiah.
Perbandingan antara Indonesia dengan India dalam hal ini cukup menarik. Pada 2000, nilai kekayaan per penduduk di kedua negara hampir sama dengan selisih hanya sebesar 23% untuk keunggulan Indonesia. Namun, saat ini Indonesia sudah jauh berkembang dengan perbedaan yang mencapai lebih dari dua kali lipat dari nilai kekayaan India. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan PDB Indonesia per orang dewasa yang lebih cepat dengan angka peningkatan 12,7% antara 2000 hingga 2014, dibandingkan dengan India yang hanya sebesar 9,3%.
Dari segi komposisi kekayaan, kedua negara tersebut hampir mirip, dengan nilai aset riil yang sama-sama mencakup 86% dari jumlah aset finansial bruto negara. Utang pribadi kedua negara juga terbilang rendah, dengan rata-rata sebesar 7% dari aset bruto di India dan 6% di Indonesia. (*) Ria Martati
Poin Penting OJK menyatakan akan mengikuti dan mendukung keputusan akhir Kementerian Keuangan terkait rencana pengambilalihan… Read More
Poin Penting Net foreign sell tembus Rp1,77 triliun, didominasi sektor keuangan (perbankan besar) dan energi,… Read More
Poin Penting: Presiden AS Donald Trump menetapkan gencatan senjata dua pekan sebagai hasil komunikasi dengan… Read More
Poin Penting Sentimen risk-off masih dominan, terlihat dari IHSG yang sempat turun di bawah 7.000… Read More
Poin Penting Cadangan devisa RI turun menjadi USD148,2 miliar per Maret 2026 dari USD151,9 miliar… Read More
Poin Penting: Pemerintah masih mengkaji apakah gaji ke-13 ASN akan terkena efisiensi anggaran. Keputusan final… Read More