Perbankan

119 Bank Sudah Dilikuidasi, LPS Bayarkan Klaim ke 271.240 Rekening, Segini Besarannya

Jakarta – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah membayarkan klaim penjaminan simpanan atas nasabah bank yang dilikuidasi sebesar Rp1,75 triliun hingga akhir Juli 2023 yang terdiri dari 271.240 rekening.

Di samping itu, LPS yang telah beroperasi sejak 2005 mencatat jumlah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRS) yang dilikuidasi sebanyak satu bank umum, 105 BPR, dan 13 BPRS. Dengan demikian total bank yang sudah dilikuidasi mencapai 119 bank.

Berdasarkan data tersebut menandakan bank umum hingga BPR/BPRS yang mengalami proses likuidasi atau proses pembubaran perusahaan, telah mengalami keadaan yang sulit sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan para nasabahnya.

Baca juga: Pertumbuhan DPK Menurun, Bos LPS Ungkap Penyebabnya

Para nasabah yang terkena dampak dari likuidasi tersebut tak usah panik. Karena, simpanan atau deposito di bank-bank tersebut dijamin oleh LPS.

Hal tersebut dirasakan oleh mantan nasabah BPRS Asri Madani Jember, Jawa Timur, yaitu dr. Haripitono yang telah membuka rekening di BPRS tersebut hingga belasan juta, namun BPRS tersebut mengalami proses likuidasi pada tahun 2021.

Kemudian, hal serupa juga dirasakan oleh seorang pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), mantan nasabah BPR Pasar Umum (BPU) Bali, I Gede Ngurah Aris Prasetya yang memiliki simpanan kurang lebih sebesar Rp2 miliar yang terdiri dari deposito dan tabungan.

Lalu, seorang pedagang sate di Banyuwangi, Siti Nuryatimah pun mengalami hal yang sama, yaitu BPR Bagong tempatnya menyimpan dana, secara tiba-tiba diumumkan pailit pada 2023, namun masih memiliki tabungan sekitar Rp25 juta di BPR tersebut.

Tetapi ketiga nasabah dari BPR ataupun BPRS dari berbeda daerah tersebut, tidak mengalami ketakutan akan dananya yang hilang begitu saja, karena LPS telah menjamin simpanan atau deposito tersebut akan kembali secara utuh.

Baca juga: Hingga 2023, LPS Sudah Lakukan Resolusi Terhadap 119 Bank

LPS akan melakukan proses rekonsiliasi dan verifikasi data kepada para nasabah yang terdampak dua minggu setelah bank dicabut izin usahanya oleh otoritas terkait.

Jika simpanan tersebut dinyatakan layak bayar maka LPS akan menunjuk bank umum ataupun syariah untuk melakukan pencairan dana nasabah BPR/BPRS tersebut selama kurun waktu 90 hari kerja.

Adapun, Sekretaris LPS, Dimas Yuliharto menyatakan bahwa, LPS akan tetap fokus pada upaya mendukung dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan melalui penjaminan dan resolusi.

“LPS juga berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap tugas dan fungsi LPS di bidang penjaminan dan resolusi bank,” ucap Dimas di Jakarta, 28 Agustus 2023. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

OJK Perluas Klasifikasi Investor Jadi 27 Jenis, Ini Rinciannya

Poin Penting OJK memperluas klasifikasi investor pasar modal dari 9 menjadi 27 jenis untuk meningkatkan… Read More

4 mins ago

Bukan Gaji, Ini 5 Faktor yang Bikin Pekerja Indonesia Paling Bahagia se-Asia Pasifik

Poin Penting Indonesia jadi negara dengan pekerja paling bahagia di Asia Pasifik, dengan 82 persen… Read More

36 mins ago

Gozco Capital Agresif Tambah Saham BBYB, Kepemilikan Jadi 10,53 Persen

Poin Penting PT Gozco Capital membeli 164 juta saham Bank Neo Commerce senilai Rp59,7 miliar,… Read More

1 hour ago

Bumi Serpong Damai (BSDE) Catat Prapenjualan Rp10,04 Triliun, Lampaui Target 2025

Poin Penting BSDE membukukan prapenjualan Rp10,04 triliun pada 2025, tumbuh 3 persen yoy dan melampaui… Read More

2 hours ago

Leadership is All About Getting Result

Oleh Ignasius Jonan, Bankir Senior, Menteri Perhubungan 2014-2016, dan Menteri ESDM 2016-2019 TAHUN 2026 diawali… Read More

3 hours ago

IHSG Pagi Ini Dibuka Melemah ke Level 8.122

Poin Penting IHSG dibuka flat melemah di level 8.122,01 pada perdagangan Selasa (4/2), dengan nilai… Read More

4 hours ago