Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (13/2) indeks harga saham gabungan (IHSG) berbalik dibuka terkoreksi ke level 7.278,19 atau melemah 0,27 persen dari level 7.297,66.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 487 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 27 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp218 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 118 saham terkoreksi, sebanyak 134 saham menguat dan sebanyak 251 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: Berkat Hal Ini, DBS Yakin Kinerja Pasar Saham RI Positif
Sebelumnya, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman melihat IHSG secara teknikal hari ini berpotensi untuk melanjutkan penguatan.
“Yang ditopang net buy asing yang signifikan di big banks, jelang pembagian dividen, dengan level resistance 7.300-7.330 dan level support 7.200-7.250,” ucap Fanny dalam risetnya di Jakarta, 13 Februari 2024.
Pada perdagangan kemarin (12/2) indeks di Wall Street mayoritas mengalami koreksi, terlihat daru Dow Jones yang menguat 0,33 persen ditutup pada 38.797,38. Sedangkan S&P 500 turun tipis 0,09 persen, sementara Nasdaq melemah 0,3 persen.
“Para trader juga akan memperhatikan tingkat terbaru pada indeks harga konsumen (CPI), pengukur inflasi utama, yang dijadwalkan akan dirilis pada Selasa pagi waktu setempat (13/2),” imbuhnya.
Baca juga: Berkat Hal Ini, DBS Yakin Kinerja Pasar Saham RI Positif
Sedangkan, bursa saham Asia Pasifik bergerak beragam pada perdagangan kemarin, dengan indeks ASX 200 melemah 0,39 persen dan di sisi lain JCI ditutup menguat 0,86 persen pada perdagangan awal pekan ini.
Adapun, untuk bursa saham China libur selama sepekan. Bursa saham utama di Asia Pasifik libur pada awal pekan ini termasuk Hong Kong, Taiwan dan Korea Selatan. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More
Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More
Poin Penting Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025… Read More
Poin Penting Moody’s menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun tetap mempertahankan peringkat… Read More
Poin Penting Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional 5,11 persen pada 2025, Bank Mandiri mencatatkan aset… Read More
Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) bersinergi dalam diskusi bertema "Peran Masjid Istiqlal di Era Transformasi Digital… Read More