Jakarta – Satgas Waspada Investasi akan memanggil pihak PT Northcliff Indonesia, terkait adanya kerugian yang diderita para nasabahnya.
Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing sekaligus Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan pemanggilan untuk mengorek keterangan dari perusahaan tersebut.
“Mereka belum lapor ke kami. Tapi kami akan memanggil perusahaan tersebut minggu ini untuk menjelaskan kegiatannya,” kata dia di Jakarta, Rabu, 24 Juli 2019.
Sebelumnya, para nasabah PT Northcliff Indonesia mendesak Erry Sulistio selaku Direktur Utama PT Northcliff Indonesia untuk segera mengembalikan dana investasi yang ditempatkan di perusahaan tersebut.
“Perjanjian dana investasi jatuh tempo pada tanggal 9 Mei 2019. Dan setelah didesak, saudara Erry Sulistio membuat pernyataan akan mengembalikan paling lambat pada tanggal 16 Mei 2019 tapi sampai saat ini belum dikembalikan seluruhnya. Sampai hari ini saya menagih untuk dikembalikan paling lambat besok,” kata Johannes Theodor Go, seorang nasabah Northcliff Indonesia dalam press conference di Jakarta, Senin lalu.
Johannes meminta Erry Sulistio tidak lari dari tanggungjawab atas pembayaran dana para nasabah. Yohannes telah mendatangai PT Northcliff Indonesia yang berkantor di Equity Tower, Jl Jenderal Sudirman kav 52-53, SCBD, Jakarta Selatan pada Kamis (18/7) lalu, namun tidak dapat menemui Erry Sulistio.(*)
Poin Penting Kemnaker masih menyelidiki dugaan PHK sekitar 400 pekerja PT Karunia Alam Segar, produsen… Read More
Poin Penting CIMB Niaga mencatat laba bersih Rp6,93 triliun pada 2025, tumbuh tipis 0,53% secara… Read More
Poin Penting OJK dan Pemerintah Inggris Raya membentuk Kelompok Kerja Pembiayaan Iklimuntuk mempercepat pembiayaan iklim… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 1,04 persen ke level 8.235,26 akibat sentimen negatif dari kebijakan… Read More
Poin Penting: Pikap India Mahindra Scorpio telah diserahkan ke Kopdes Merah Putih di Surabaya dengan… Read More
Poin Penting Investor syariah melakukan 30,6 miliar saham dengan frekuensi 2,7 juta kali pada 2025.… Read More