Jakarta – The 12th World Islamic Economic Forum (WIEF 12th) telah menghasilkan 11 kerjasama bisnis di sejumlah sektor, diantaranya, pelabuhan, industri real eastate, pasar modal hingga start up company.
Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Sri Mohd Najib Tun Abdul Razak berharap forum ini bisa menjadi platform dan menghubungkan ide-ide antara peserta dengan para pemimpin yang berpengaruh dan memberikan bisnis. Ia mengaku senang melihat banyaknya inisiatif yang dilakukan dalam mempromosikan industri keuangan syariah serta mendorong masuknya Foreign Direct Investment (FDI).
“Saya excited melihat banyaknya inisiatif yang tercipta dalam mempromosikan keuangan islam dan industri serta mendorong Foreign Direct Investment” ujar Najib.
Sementara, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, bagian dari pekerjaan rumah di dalam masyarakat Islam adalah untuk mempromosikan citra dunia Islam sebagai fokus perdagangan yang menguntungkan dan investasi yang akan menarik FDI dan mitra bisnis di seluruh dunia .
Dari 11 kesepakatan kerja yang dihaislkan, 6 diantaranya merupakan kerjasama antara Indonesia-Malaysia, 3 adalah kesempatan antara Malaysia-Malaysa, 2 kesepakatan Malaysia-Jepang dan 1 Kesepakatan Indonesia-Indonesia. Diantara 11 kesepakatan yang terjalin, terdapat penandatanganan MoU antara Bursa Malaysia dengan Bursa Efek Indonesia, dan kesepakatan kerjasama antara Achamd Riawan, PT Aladdin DotKom Indonesia dengan Kementrian {{N/Bapenas terakit Launching Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia. (*)
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More