Ilustrasi: Industri asuransi/istimewa
Poin Penting
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat struktur keuangan dan tata kelola industri Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PBDP) melalui langkah-langkah reformasi kebijakan yang strategis.
Salah satu fokus utama pengawasan tahun ini adalah pemenuhan ketentuan ekuitas minimum oleh perusahaan asuransi dan reasuransi sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 23 Tahun 2023.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, mengungkapkan bahwa hingga Agustus 2025, sudah terdapat 109 dari total 144 perusahaan asuransi dan reasuransi yang telah memenuhi jumlah minimum ekuitas yang dipersyaratkan untuk tahap pertama pada tahun 2026, atau setara dengan 75,69 persen dari total perusahaan.
“Kami terus memantau pemenuhan ekuitas tahap pertama oleh perusahaan asuransi dan reasuransi sesuai dengan ketentuan POJK 23 Tahun 2023,” ujarnya dalam acara Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan September 2025, Kamis (9/10).
Baca juga: Premi Asuransi Jiwa Turun 1,21 Persen Jadi Rp117,51 Triliun per Agustus 2025
Penguatan permodalan ini menjadi fondasi utama bagi industri asuransi dalam menjaga stabilitas keuangan, terutama di tengah tekanan risiko dan dinamika ekonomi yang masih tinggi.
Struktur ekuitas yang sehat dinilai akan meningkatkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban klaim serta menjaga kepercayaan masyarakat.
Selain memperkuat sisi permodalan, OJK juga melakukan pengawasan intensif terhadap penyelesaian permasalahan lembaga jasa keuangan (LJK) di sektor PPDP.
Baca juga: Aset Dana Pensiun Tembus Rp1.611,45 Triliun per Agustus 2025, Tumbuh 8,48 Persen
“Hingga 29 September 2025, OJK mencatat ada 6 perusahaan asuransi dan reasuransi serta 7 dana pensiun yang tengah berada dalam proses pengawasan khusus,” ucap Ogi.
Dalam waktu bersamaan, OJK juga tengah menyusun rancangan peraturan (RP OJK) dan surat edaran (SEOJK) baru untuk memperkuat tata kelola di industri asuransi dan penjaminan, termasuk pemisahan kegiatan usaha penjaminan di perusahaan asuransi.
Langkah ini diharapkan dapat memperjelas model bisnis dan meningkatkan efektivitas pengawasan sektor PPDP secara keseluruhan. (*) Alfi Salima Puteri
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More