Market Update

102 Saham Terkoreksi, IHSG Dibuka Melemah 0,06 Persen ke Level 6.935

Jakarta – Pada pembukaan perdagangan hari ini pukul 9:00 WIB (18/10) indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka pada zona merah ke level 6935,71 atau melemah 0,06 persen.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 362 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 23 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp269 miliar.

Baca juga: IHSG Berpotensi Menguat Terbatas, Simak Katalis Penggeraknya

Kemudian, tercatat terdapat 102 saham terkoreksi, sebanyak 179 saham menguat dan sebanyak 222 saham tetap tidak berubah.

Sebelumnya, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman melihat bahwa IHSG secara teknikal berpotensi break resistance kuat di level 6.940.

“Jika berhasil, IHSG akan kembali rebound, dengan level support IHSG berada di 6.890-6.920 dan level resistance IHSG berada di 6.970-7.000,” ucap Fanny dalam risetnya di Jakarta, 18 Oktober 2023.

Pada perdagangan kemarin (17/10) indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat sebesar 0,04 persen, namun di sisi lain S&P 500 terkoreksi tipis sebesar 0,01 persen, begitu juga dengan indeks Nasdaq yang turut melemah sebesar 0,25 persen.

Kemudian, Yield US Treasury 10 tahun mencapai lebih dari 4,8 persen, ketika perdagangannya mencapai 4,887 persen, dengan retail sales (penjualan ritel) AS pada September 2023 sebesar 0,7 persen secara bulanan, di atas perkiraan.

Lebih lanjut, Bank of America naik lebih dari 2 persen didukung oleh laporan keuangan yang melebihi ekspektasi, serta bursa Eropa mengalami kenaikan seperti FTSE 100 dan DAX Performance Index yang masing masing menguat 0,58 persen dan 0,09 persen.

Baca juga: Mirae Asset Revisi Target IHSG jadi 7.400 Hingga Akhir Tahun, Ini Gara-Garanya

Sedangkan, seluruh bursa di kawasan Asia Pasifik pada perdagangan kemarin mengalami penguatan mengikuti pergerakan bursa AS pada malam sebelumnya, dengan Nikkei mencatat kenaikan 1,20 persen, diikuti oleh Kospi sebesar 0,98 persen.

Adapun, Selandia Baru melaporkan inflasi 5,6 persen yoy pada kuartal III-2023, terendah dalam dua tahun terakhir, dimana Singapura melaporkan surplus neraca perdagangan USD4,94 miliar per September 2023, dan hari ini China akan menyampaikan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2023 yang diperkirakan sebesar 4,4 persen yoy. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Bank Mandiri Pastikan Livin’ Siap Temani Transaksi Nasabah Sepanjang Libur Idul Fitri

Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More

2 hours ago

Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Ini Alasannya

Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More

2 hours ago

Bank Mandiri Berangkatkan 10.000 Pemudik Gratis, Ini Fasilitasnya

Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More

2 hours ago

Laba Adi Sarana Armada (ASSA) Melesat 81 Persen di 2025, Bisnis Ini Paling Ngebut

Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More

5 hours ago

Pendapatan Agung Podomoro Land (APLN) Tembus Rp3,57 Triliun, Ini Penyumbang Terbesarnya

Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More

6 hours ago

Arus Mudik Mulai Naik, Jasa Marga Imbau Pengguna Tol Pakai 1 Kartu e-Toll

Poin Penting Jasa Marga mengimbau pengguna jalan tol menggunakan satu kartu e-Toll yang sama saat… Read More

8 hours ago