PT Pertamina mendukung program swasembada energi jelang 100 hari kerja pemerintahan Prabowo-Gibran
Jakarta – Pengamat energi, Hanifa Sutrisna, mengapresiasi pencapaian PT Pertamina (Persero) dalam mendukung program swasembada energi menjelang 100 hari kerja pemerintahan Prabowo-Gibran pada 28 Januari 2025.
Ia menilai kinerja Pertamina, baik di sektor hulu maupun hilir, telah mendukung berbagai program pemerintah, termasuk penemuan sumur migas baru.
Selain itu, Hanifa juga menyoroti potensi energi bersih yang dikembangkan Pertamina, seperti bahan bakar nabati (BBN) berupa biodiesel, bioavtur, dan bioetanol, serta inovasi teknologi melalui Pertamina Digital Hub.
“Iya sangat mendukung. Dan bagi saya, swasembada energi itu bagus,” kata Hanifa, dikutip Senin, 27 Januari 2025.
Menurut Hanifa, swasembada energi berarti seluruh rakyat Indonesia memiliki akses yang setara terhadap energi, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan untuk mendapatkannya.
Baca juga : Legislator Sebut Pertamina Mampu Dukung Swasembada Energi, Ini Alasannya
Dengan capaian itu, Indonesia diharapkan mampu memenuhi kebutuhan energi secara mandiri sekaligus mendorong penggunaan energi baru dan terbarukan.
Hanifa berharap program swasembada energi ini dapat segera terealisasi sepenuhnya. Ia juga mengapresiasi langkah Pertamina dalam memajukan sektor energi bersih melalui inisiatif bahan bakar nabati, yang dinilai sangat berperan dalam mendukung program ini.
“Apa pun langkah-langkah yang dilakukan sudah sangat bagus, tinggal sekarang bagaimana program-program astacita Pak Prabowo tersebut bisa terwujud,” jelasnya.
Hanifa mengingatkan bahwa pencapaian swasembada energi tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab Pertamina. Dibutuhkan kolaborasi yang baik antara berbagai lembaga pemerintah dan dinas terkait di tingkat provinsi.
Senada dengan Hanifa, peneliti dari Datanesia Institute, Herry Gunawan, juga menyatakan bahwa Pertamina memiliki peran besar dalam mendukung swasembada energi. Namun, Herry menegaskan bahwa pencapaian ini membutuhkan investasi besar.
“Dengan demikian, jika investasi tersebut berdampak pada berkurangnya laba, pemerintah juga harus legowo,” kata dia.
Baca juga : PLN Gandeng Startup Kembangkan Energi Hijau dan Ekosistem EV
Herry juga memandang positif pengembangan bahan bakar nabati (BBN) oleh Pertamina sebagai bagian dari transisi energi.
Menurutnya, BBN akan berkontribusi signifikan terhadap swasembada energi jika produknya mampu memenuhi aspek keterjangkauan harga.
“Makanya Saya setuju kalau pemerintah memberikan subsidi untuk BBN ini. Karena produk tersebut ramah lingkungan, sehingga membantu Indonesia mewujudkan komitmennya di dunia internasional dalam menurunkan emisi karbon,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Oleh Wilson Arafat, Bankir senior, Spesialisasi di bidang GRC, ESG, dan Manajemen Transformasi MEMASUKI 2026,… Read More
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More