Keuangan

10 Tahun Astra Life, Memperkuat Ekosistem Astra dan Tumbuh Berkat Kolaborasi

Jakarta – PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life) genap berusia 10 tahun pada 2024 ini. Selama satu dekade berkiprah di industri asuransi jiwa Tanah Air, salah satu unit bisnis Astra Financial ini tercatat memproteksi lebih dari 3,6 juta tertanggung, tumbuh 8 kali lipat sejak Astra Life berdiri pada 2014 lalu.

Pencapaian itu salah satunya didorong kolaborasi dan sinergi dengan unit-unit bisnis dalam ekosistem Astra Financial. Sebagai bagian dari Astra International (ASII), Astra Financial mempunyai unit bisnis di berbagai sektor. Mulai dari bank, asuransi, perusahaan pembiayaan (multifinance), fintech lending, hingga platform investasi dan jual beli kendaraan bermotor.

Presiden Direktur Astra Financial, Nico Tahir menyebut, lebih dari 2,3 juta tertanggung adalah kontribusi produk asuransi jiwa kredit hasil kolaborasi dengan perusahaan pembiayaan dan asuransi di ekosistem Astra Financial.

Astra Life berperan sebagai komplementer dalam value chain otomotif grup Astra. Asuransi yang mengusung tagline “Love Life” ini menyediakan proteksi melalui sejumlah produk.

Baca juga: Astra Financial Raup Laba Rp3,8 Triliun di Semester I 2024, Ini Pendorongnya

Ambil contoh, saat masyarakat melakukan pembelian kendaraan bermotor secara kredit, biasanya akan ditawarkan proteksi asuransi jiwa. Astra Life hadir melalui produk asuransi jiwa kredit yang memberikan perlindungan atas risiko tutup usia dan/atau cacat total dan tetap yang dihadapi debitur. Jika terjadi risiko, Astra Life akan membayarkan jumlah sisa pinjaman debitur kepada perusahaan yang memberikan pinjaman.

Rentang produk yang dimiliki Astra Life memang beragam. Mulai dari perlindungan jiwa, kesehatan, penyakit kritis dan catat total hingga perlindungan syariah. Ada pula ragam produk employee benefit hingga dana pensiun.

Di samping mengoptimalkan jalur distribusi Bancassurance, Digital, Direct, dan Group Business serta DPLK, Astra Life melakukan akuisisi nasabah lewat kemitraan dengan multifinance dan asuransi di bawah naungan Astra Financial.

Kini, di usianya yang ke-10 tahun, Astra Life terus bertumbuh. Baik dari sisi jumlah nasabah, maupun kinerja keuangan. Tahun lalu misalnya, Astra Life mencatatkan pendapatan premi bruto Rp6,1 triliun, tumbuh 3 persen year on year (yoy). Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri yang justru tumbuh minus 7,1 persen. Pendaptan premi bruto Astra Life mengalami kenaikan 9 kali lipat sejak perusahaan berdiri.

Astra Life pun mampu melakukan turnaround, dari rugi Rp143,11 miliar di 2022 menjadi laba Rp15,95 miliar. Adapun total asetnya tercatat Rp7,14 triliun di akhir 2023. Rasio-rasio keuangan lainnya juga membaik. Risk based capital (RBC) 259,00 persen, jauh di atas threshold dari regulator, yakni minimal 120 persen. Rasio likuiditas juga terjaga di posisi 176 persen.

 Baca juga: Begini Dukungan AstraPay dalam Percepat Digitalisasi UMKM Indonesia

“Pada 2024 ini menjadi momentum ulang tahun dengan semangat dan tema #Sedekade di mana kami ingin menjangkau lebih banyak nasabah dan melayani lebih baik lagi melalui berbagai produk dan kanal distribusi yang kami miliki,” tegas Nico.

Terlepas dari itu, perayaan #AstraLifeSedekatde juga dilakukan dengan serangkaian kegiatan corporate social responsibility (CSR). Pada Juni lalu, Astra Life program Corporate Social Responsibility (CSR) bagi sekolah binaan Yayasan Pendidikan Astra – Michael D. Ruslim (YPA-MDR) di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).

Program ini antara lain berupa donasi 150 paket peralatan sholat untuk 15 sekolah, kelas literasi keuangan untuk 200 siswa, dan donasi laptop untuk 2 sekolah. Selain itu, Astra Life juga aktif melakukan edukasi dan literasi keuangan bagi masyarakat di berbagai tempat. (*) Ari Astriawan

Galih Pratama

Recent Posts

BRI Insurance Perkuat Unit Syariah untuk Dorong Ekonomi Tumbuh 8 Persen

Poin Penting BRI Insurance memperkuat sektor syariah sebagai kontribusi mendukung target pemerintah mencapai pertumbuhan ekonomi… Read More

4 hours ago

Kasus Kredit Macet Sritex: Ironis, Kriminalisasi Bankir Ketika Kerugian Negara Belum Bisa Dihitung

Oleh Tim Infobank KREDIT macet tidak bisa masuk ranah pidana. Bahkan, dalam kesimpulan seminar Infobank… Read More

12 hours ago

Pameran Krista Interfood 2026 Tetap Digelar, Catat Lokasi dan Jadwal Terbaru

Poin Penting Krista Interfood 2026 dipastikan tetap digelar pada 4-7 November 2026 di NICE PIK… Read More

14 hours ago

Aset Kripto Makin Diminati, Pengguna Aktif PINTU Tumbuh 38 Persen di 2025

Poin Penting Pengguna aktif PINTU tumbuh 38% sepanjang 2025, didorong meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi… Read More

18 hours ago

Cuaca Tak Menentu, Kinerja Fintech Lending Berpotensi Terganggu

Poin Penting Cuaca ekstrem dan bencana alam mendorong kenaikan risiko kredit fintech lending, tecermin dari… Read More

20 hours ago

Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan UMKM

Poin Penting Bank Mandiri memperkuat peran sebagai agen pembangunan melalui dukungan terintegrasi UMKM, Bank Mandiri… Read More

20 hours ago