Heru menjelaskan, pada praktiknya nanti, Railink tidak akan mengeluarkan kartu baru melainkan bisa transaksi dengan kartu kredit maupun debit dari berbagai bank yang menandatangani kerja sama ini.
“Melihat riset kita dari luar negeri, kita menghindari pembuatan kartu baru yang menyulitkan masyarakat. Karena itu kita tidak mengeluarkan kartu khusus sebagai alat transaksi pembayaran elektronik. Melainkan kartu elektronik perbankan yang telah dimiliki masyarakat,” tutur Heru.
Baca juga: BI Ajak Mahasiswa Biasakan Transaksi Nontunai
Adapun dengan sistem e-ticketing ini, memungkinkan masyarakat membeli tiket kereta melalui web reservation, mobile apps, dan vending machine. Transaksi pembayaran dilakukan dengan menggunakan kartu debit, kartu kredit, dan prepaid secara nontunai (cashless).
Heru menjelaskan, program kerja sama pembayaran tiket elektronik dengan menggunakan kartu perbankan ini merupakan bagian dari upaya untuk memberikan fasilitas serta kemudahan layanan Kereta Api Bandara yang terkoneksi dengan perbankan. “Dari program ini juga kami arahkan masyarakat juga untuk tidak lakukan transaksi tunai atau 100 persen cashless,” tutupnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendukung rencana OJK menyesuaikan RBB agar perbankan lebih… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat modal inti Rp5,7 triliun dan menargetkan naik kelas ke… Read More
Poin Penting Adapundi menolak putusan KPPU karena dinilai tidak mencerminkan kondisi dan regulasi industri fintech… Read More
PT ALTO Network meluncurkan dua layanan digital terbaru, yaitu Askara Connect dan Askara Collab, untuk… Read More
Poin Penting Hijrah finansial sebagai transformasi menyeluruh, bukan sekadar pindah produk keuangan, tetapi perubahan cara… Read More
Poin Penting Saham BBCA turun sekitar 19 perse ytd, sejalan pelemahan IHSG, namun dinilai sebagai… Read More