Heru menjelaskan, pada praktiknya nanti, Railink tidak akan mengeluarkan kartu baru melainkan bisa transaksi dengan kartu kredit maupun debit dari berbagai bank yang menandatangani kerja sama ini.
“Melihat riset kita dari luar negeri, kita menghindari pembuatan kartu baru yang menyulitkan masyarakat. Karena itu kita tidak mengeluarkan kartu khusus sebagai alat transaksi pembayaran elektronik. Melainkan kartu elektronik perbankan yang telah dimiliki masyarakat,” tutur Heru.
Baca juga: BI Ajak Mahasiswa Biasakan Transaksi Nontunai
Adapun dengan sistem e-ticketing ini, memungkinkan masyarakat membeli tiket kereta melalui web reservation, mobile apps, dan vending machine. Transaksi pembayaran dilakukan dengan menggunakan kartu debit, kartu kredit, dan prepaid secara nontunai (cashless).
Heru menjelaskan, program kerja sama pembayaran tiket elektronik dengan menggunakan kartu perbankan ini merupakan bagian dari upaya untuk memberikan fasilitas serta kemudahan layanan Kereta Api Bandara yang terkoneksi dengan perbankan. “Dari program ini juga kami arahkan masyarakat juga untuk tidak lakukan transaksi tunai atau 100 persen cashless,” tutupnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Kolaborasi budaya–bisnis: Ajang Meet and Greet Miss Japan 2026 jadi momentum networking Indonesia–Jepang,… Read More
Poin Penting LPEI membukukan laba bersih Rp252 miliar pada 2025, naik 8 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting Transaksi ilegal global capai USD158 miliar pada 2025, naik 145 persen. OJK perkuat… Read More
Poin Penting IAI bentuk ISRF untuk memperkuat ekosistem dan standar pelaporan keberlanjutan Dipimpin Ignasius Jonan,… Read More
Poin Penting BRI Insurance salurkan bantuan Rp230 juta untuk korban bencana di Pidie Jaya (Aceh)… Read More
Poin Penting BI mencatat pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan turun menjadi 17,49% pada… Read More